Jejak Terkini

Mengabdi untuk Pendidikan, Perpusdes Sakra Galakan Mobile Learning

BELAJAR: Beginilah suasana belajar anak-anak binaan Perpusdes Sakra di Lombok Timur.

SELONG
--Sekitar setahun lamanya pandemi virus Corona menyeruak. Gempurannya tak menggoyahkan semua sektor kehidupan, tak terkecuali pendidikan.

Di sektor yang satu ini, sejak pandemi mengepung, hampir semua aktivitas belajar di sekolah dihentikan. Aktivitas belajar lebih banyak dilakukan di rumah secara daring.

Kondisi ini rupanya melatarbelakangi Perpustakaan Desa (Perpusdes) Sakra, Kecamatan Sakra Lombok Timur turut prihatin. Agar aktivitas belajar tidak terhenti, perpusdes ini rutin menggelar mobile learning.

Dalam agenda ini, Perpusdes Sakra menyuguhkan metode kegiatan sambil belajar dan bermain. Program sederhana ini dalam perjalanannya rupanya menemui beragam kendala.

Contoh, pihak Perpusde Sakra bahkan harus rela berjibaku dengan jalan berlumpur. Ini lantaran tempat rumah warga yang berada di atas bukit.

Kepada JEJAK LOMBOK, Kepala Bidang Pelayanan dan Informasi Perpustakaan Desa Sakra, Baiq Fatimah, menceritakan ihwal program yang hampir satu tahun ini dijalaninya. Ia tak memungkiri jika kegiatannya tersebut lahir buntut dari pandemi terjadap dunia pendidikan.

Terhitung bulan Maret, terangnya, mulut dunia pendidikan terkatup rapat. Tak ada lagi suara dari dalam ruang kelas terdengar suara ejaan pelajaran.

Ia mengakui, strategi pendidikan melalui sistem daring pun tak bisa menghadirkan suasana pendidikan yang sesungguhnya. Tapi yang nampak sebaliknya, para orang tua harus merogoh kantong untuk membeli gawai pintar.

"Dulunya, program kita hanya terpusat di sini (ruang perpustakaan). Anak yang datang ke sini untuk belajar, tapi melihat kondisi itu kita harus turun ke lapangan," terang prempuan yang biasa disapa Baiq Fat ini, saat ditemui, Jum'at (12/2).

Dirinya turun dengan menyasar dusun yang terjauh dari pusat desa. Ini dilakukan untuk membawakan buku bacaan dan memberikan bimbinan pembelajaran lainnya. Seperti Matematika, IPA, IPS dan lain sebagainya.

Menurutnya, kegiatannya tersebut tak hanya menyasar tingkat Sekolah Dasar (SD). Namun juga untuk umur Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK).

Jenjang TK, lanjutnya, ia mengajarkan untuk mengenal huruf, mewarnai, mengenal angka dan yang lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan di musalla di masing-masing wilayah yang disasarnya.

Perempuan jebolan IAIH NW Pancor tahun 2013 ini mengatakan, setiap sore harinya untuk menjalankan program itu. Tak jarang ia harus melawati jalan yang berbatu bercampur debu. 

Ditambah lagi motor yang ia kendarai membawa buku bacaan untuk bekal anak. Tak heran selama menjalankan programnya itu, dirinya harus tiga kali mengganti ban kendaraannya.

"Tapi itu terbayar lunas, saat kita datang disambut baik oleh anak-anak dan orang tua mereka," sebutnya.

Tak hanya berkunjung, namun ada penilaian sendiri pada anak yang dilawatinya. Ia juga memberikan reward berupa sertifikat.

Ia menuturkan, sampai saat ini pihaknya tak pernah memikirkan dana untuk menjalankan program tersebut. Di lain sisi karena kegiatan ini memang tak ada anggaran.

Namun demikian, meski tanpa itu program itu disebutnya berjalan lancar sampai saat ini. Ia telah memberikan dampak positif bagi pendidikan di desa tersebut.

Dia menjelaskan, sebetulnya program ini memang agenda perpustakaan. Sebab dari sejak berdirinya tahun 1999 Perpusdes ini telah banyak menyumbang untuk perkembangan kreativitas dan sumber daya mansia, khususnya di Desa Sakra.

Perpustakaan ini, lanjutnya, masih tercatat di bawah binaan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lombok Timur. 

"Kita memiliki misi perpustakaan ini sebagi sentral kegiatan masyarakat, dan itu perlahan terwujud. Tahun ini kita mau akreditasi, semoga lolos," harapnya.

Pengelola lainnya, Lalu Sopi Prinda Swara menambahkan, Perpusdes itu pada tahun 2016 mendapatkan juara 1 pada lomba Perpustakaan Desa terbaik klaster C (Indonesia Timur). Lomba ini digelar di Jakarta.

Sampai saat ini, Perpusdes Sakra mendapatkan beberapa binaan yang sampai saat ini masih dimonitor. Perpusdes ini bahkan mendaptkan bantuan program Perpus Digital. Tempat memasarkan produk UMKM di wilayah Sakra.

Tak hanya itu, tempat itu juga dijadikan sebagai lokasi ramah anak dan sebagai ruang memberikan bimbingan tentang internet sehat bagi usia jenajang SD sampai SMA.

Lantaran itu, sampai saat ini Perpusdes dibuka dari pagi sampai sore. 

"Kita menerima keanggotaan dari luar juga, dengan membawa KTP dan kita buatkan kartu anggota. Dan pisa pinjam buku," ujarnya. (kin)

Posting Komentar

0 Komentar