Jejak Terkini

Buka Program MANPK, Lulusan SMP Banyak Berminat

DIMINATI: Tingkat kecenderungan minat menimba ilmu di madrasah, terutama di MAN 2 Mataram semakin diminati banyak kalangan.

MATARAM
--Ketertarikan anak-anak lulusan SMP terhadap pembelajaran keagamaan bisa dibilang kian digandrungi. Tak tanggung-tanggung, meski lulus SMP, beberapa dari mereka tertarik melanjutkan studi di madrasah dengan basis pembelajaran ilmu agama.

Seperti dalam program keagamaan yang diselenggarakan di MAN 2 Mataram misalnya. Terdapat beberapa pendaftar justru berasal dari anak kalangan SMP.

"Ya memang ada beberapa dari anak SMP yang sudah mendaftar ke kami," kata anggota panitia penerima santri baru MAN 2 Mataram, Abdul Hafiz, Rabu (20/1).

Rupanya kehadiran murid dari kalangan SMP ini bukan kali ini saja. Tahun sebelumnya juga ada murid lulusan SMP yang juga ikut mendaftar.

Apa yang dilontarkan Hafiz ini dibenarkan Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru MAN 2 Mataram, Mufti Kadri. Hampir dua tahun terakhir selalu ada saja murid lulusan SMP yang tertarik mendaftarkan diri.

Di MAN 2 Mataram, jelasnya, Kemenag selaku kementerian yang membawahi pendidikan di bidang agama menyelenggarakan 3 program. Ketiga program itu yakni MANPK, MAN IC dan MAKN.

Di MAN 2 Mataram sendiri disebutnya telah dipercaya melaksanakan program MANPK. Program ini dihajatkan untuk mencetak para pelajar dengan basis keilmuan agama yang lebih mendalam.

Untuk tahun ini, terdapat sebanyak 48 kuota yang disediakan dalam program MANPK. Dari jumlah itu masing-masing terdiri dari 24 kuota putra dan 24 putri.

Untuk menyukseskan program tersebut, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi di 10 MTs Negeri di Pulau Lombok. Hingga data terakhir, jumlah pendaftar yang tercatat sebanyak 50-an lebih.

"Untuk pendaftaran ini kita buka dari 11 Januari hingga 11 Februari. Tes seleksi CBT nanti dilaksanakan 27-28 Februari," ucapnya.

Sebenarnya dalam program ini, ada dua jalur pendaftaran yang dibuka. Yakni jalur tes dan jalur prestasi.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Mataram, H Lalu Sauqi mengungkapkan, ketertarikan banyak pihak di madrasah yang dipimpinnya tidak lepas dari rekam prestasi yang telah diraih. Berbekal akreditasi A plus yang telah dikantongi madrasah ini, kini pihaknya sedang mengejar status sertifikat ISO 2000.

"Sertifikat ini sebagai jaminan kualitas layanan pendidikan yang kami selenggarakan," tandasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar