728x90

ad

Belajar Tatap Muka, Dikbud Tunggu Edaran Bupati

Ahmad Dewanto Hadi

SELONG
--Instruksi pemberhentian belajar tatap muka oleh gubernur NTB beberapa waktu lalu kini diatensi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Pasalnya, keputusan itu dipandang penting untuk mengantisipasi lonjakan angka penularan covid-19. 

Belum lama ini, enam sekolah dinyatakan telah ditutup. Penutupan tersebut buntut penyebaran virus asal Wuhan Tiongkok itu kembali mengganas.

Dibalik itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur, Ahmad Dewanto Hadi mengungkapkan, pihaknya saat ini masih menunggu surat edaran berisi kebijakan dari bupati HM Sukiman Azmy. Kebijakan tersebut terkait  belajar tatap muka di sekolah.

Ia menyebut, daerah berhak mengeluarkan kebijakan sendiri sesuai keputusan empat menteri beberapa waktu lalu. 

Dia menjelaskan, kebijakan belajar tatap muka telah diserahkan kembali kepada pemerintah daerah masing-masing. Hal itu berdasarkan keputusan 4 menteri pada 20 Desember lalu. 

Meski telah mendapat arahan bupati, namun Dewanto Hadi menilai penting berkoordinasi dengan Sekda guna mengesahkan keputusan tersebut.

"Kalau bupati sudah memberikan arahan, namun untuk lebih fiksnya saya akan sampaikan kepada Pak Sekda," ucapnya.

Sebagai tindakan antisipasi, Kadis Dikbud bakal menutup empat sekolah yang diketahui telah terkonfirmasi positif corona. Empat sekolah yang dimaksud ialah SDN 1 Gunung Rajak, SDN 2 Gunung Rajak, TK PGRI Pijot dan TK PGRI Pringgasela.

Lebih lanjut Dewanto menegaskan, pada langkah antisipasi ini tidak ada klaster sekolah. Langkah ini murni sebagai langkah antisipasi perluasan penyebaran covid-19.

"Sejauh ini belum ada klaster sekolah, ini adalah langkah antisipasi," tegasnya.

Selanjutnya, Dewanto Hadi menyebut masih menunggu surat edaran dari bupati terkait kebijakan belajar tatap muka. (hs)

Posting Komentar

0 Komentar