Waspada! Loteng Jalur Lintasan Narkoba

WAWANCARA: Kapolres Lombok Tengah (Loteng), AKBP Esty Setyo Nugroho saat diwawancara awak media.

PRAYA
—Kapolres Lombok Tengah (Loteng), AKBP Esty Setyo Nugroho mengatakan, Kabupaten Loteng saat ini sangat rawan peredaran narkoba. Bahkan menjadi sasaran peredaran barang haram tersebut. 

Hal itu terjadi karena Loteng memiliki bandara internasional, maupun pelabuhan nantinya. Praktis, kondisi ini sangat mudah dimasuki oleh pelaku jaringan narkoba.

“Loteng saat ini hanya sebagai lintasan peredaran saja. Belum ada narkoba dalam skala besar yang ditemukan dari tersangka pengedar yang ditangkap selama ini,” kata Kapolres saat jumpa pers, kemarin, (2/12).

Namun, mirisnya adalah kebanyakan pelaku yang ditangkap oleh anggota Satuan Narkoba. Baik itu, pengedar maupun pemakai belakangan ini adalah kalangan dari anak muda. Bahkan ada juga kalangan pelajar. 

Menyadari itu, ia mengajak pentingnya langkah bersama dalam pencegahan. Masyarakat harus terus membantu aparat dalam melakukan penindakan. Jangan sampai peredaran barang haram ini terus menghantui generasi muda.

Ia mengaku, barang bukti narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan satu tahun ini, sebanyak 652,76 gram dan ekstasi sebanyak 4 butir. Sementara jumlah tersangka 44 orang. 

“BB ini kita sudah musnahkan setiap perkara yang sudah naik. Hal itu dilakukan guna mencegah hal-hal tidak diinginkan terjadi,” tuturnya. 

Ditambahkan, pihaknya berharap semua pihak, baik tokoh agama, tokoh masyarakat maupun kalangan pemuda agar bersama-sama mencegah peredaran barang haram ini. Mengingat kepolisian tidak bisa bekerja sendirian.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Loteng, IPTU Hizkia Siagian menyatakan, pihaknya menyatakan perang terhadap para pengedar narkoba. Hal itu karena tren peredaran narkoba di wilayah Lombok Tengah setiap tahun cenderung meningkat. 

Apalagi dari data pengungkapan tersebut terlihat jelas ada kenaikan yang signifikan. Karena itu, menyasar sekolah dan kelompok pemuda sebagai obyek sosialisasi bahaya narkoba sangat pe tong dilakukan.

"Ini untuk memutus mata rantai peredaran barang haram ini," ucapnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar