Pesona Tumpasan Bidadari Ramban Biak

EKSOTIS!: Air terjun Tumpasan Bidadari Ramban Biak terlihat eksotis. Cocok dikunjungi bagi pemburu spot wisata.

SELONG
-- Eksotis! Begitulah kata yang pantas untuk air terjun Tumpasan Bidadari. Destinasi ini terlak di Dusun Dasan Baru, Desa Lenek Ramban Biak, Kecamatan Lenek, Lombok Timur.

Berada di lokasi hutan lindung membuat tempat ini terasa sejuk. Tempat ini juga masih alami ditumbuhi pohon-pohon tua. 

Curug Bidadari Ramban Biak ini juga merupakan batas wilayah antar dua desa. Pengunjung yang datang ke tempat ini dipastikan siap untuk dimanjakan oleh keindahannya.

"Air terjun ini berasal dari mata air Reban Bela," kata pengelola Tumpasan Bidadari, Candra Putrawadi, kepada JEJAK LOMBOK, Senin (7/12).

Di menerangkan, lokasi tersebut dinamakan Tumpasan Bidadari bukan sembarangan. Ada sejarah panjang di balik nama tersebut.

Dari tradisi bertutur warga yang berkembang di desa itu, konon lokasi curug itu merupakan tempat mandi para bidadari. Dipilihnya tempat ini untuk mandi lantaran air yang mengaliri sepanjang sungai itu langsung dari sumbernya.

Dari situlah dulu bidadari ramai datang memanjakan tubuhnya dengan air tersebut. Dari itulah penamaan curug satu ini dengan sebutan Tumpasan Bidadari.

"Memang dari dulu namanya seperti itu," ujar pria yang akrab dipanggil Can ini.

Pengelolaan curug ini dimulai sejak awal 2020 lalu. Dulu, meski air terjun ini sudah ada tapi tak dikelola. Terlebih di sampingnya dipenuhi tumbuhan semak belukar.

Pengelolaannya terinspirasi pada saat mencari anggaran untuk pembangunan masjid di dusun tersebut. Ia tak menduga setelah dibuka ternyata banyak peminat.

Selain pemandangan yang bagus, di sekitar lokasi ini juga menjadi pilihan yang baik untuk berswafoto.

Kendati demikian, sejak pandemi covid menyeruak, pengunjung sepi dan tempat itu jadi tak terawat. Bahkan ditumbuhi lagi semak belukar.

Pria kelahiran 5 Desember 1991 itu mengakui, sudah mulai membersihkan lagi tempat tersebut untuk dibuka lagi sebagai wisata. 

"Kita buka lagi dengan konsep yang lebih segar," ujarnya.

Konsep awalnya, wisata itu akan digandeng dengan lesehan. Dengan menu andalan belut dan kepeting cincang. Nantinya di sekeliling Curug itu juga akan dikitari beraneka macam bunga.

"Karena bidadari pasti senang dengan beraneka warna bunga," ucapnya.

Dia mengakui, konsep itu datang dari sesepuh di tempat itu. Mereka menginginkan tempat itu tak hanya menjadi wisata air terjun, tapi juga eko wisata. Lantaran letak destinasi itu berada di mulut hutan lindung.

"Yang memiliki konsep dari awal bapak saya, Kabul (Amaq Can). Insya Allah 2021 akan kita buka lagi. Karena mubazir kalau tidak dikelola," tandasnya. (sy)

Posting Komentar

0 Komentar