Iklan

terkini

Ekspor Kopi, Membangkitkan Kembali Masyhurnya Kopi Lombok

Jejak Lombok
Saturday, December 5, 2020, Saturday, December 05, 2020 WIB Last Updated 2020-12-05T04:40:56Z

DILEPAS: Empat unit truk pengangkut kopi dan komoditi lainnya siap dilepas untuk diekspor.oleh Pemprov NTB.

MATARAM
—Bedug Ashar sebentar lagi terdengar. Siang menjelang sore, sekitar pukul 15.00 Wita, Jumat kemarin (4/12), puluhan pejabat Pemprov NTB khidmat berkumpul.

Mereka berkumpul di halaman Kantor Gubernur NTB. Tak hanya pejabat, empat unit mobil truk berukuran jumbo dengan skala tonase juga berjejer. 

Bersama di dalam kumpulan itu Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, Sekda NTB HL Gita Ariadi serta sejumlah pejabat teras lainnya. Bahkan, sejumlah pejabat BUMN dan Staf Khusus Bidang Kerja Sama dan Perjanjian Perdagangan Internasional Menteri Perdagangan RI, Alexander Yahya Datuk juga ikut nimbrung dalam kumpulan tersebut.

Hari itu para pejabat ini tengah menunggu kehadiran orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo. Mereka menghadiri pelepasan ekspor sejumlah komoditi dari tanah air secara daring.

Berpusat di Jawa Timur, ada 16 provinsi di Indonesia yang akan mengirim komoditi yang akan diekspor. Provinsi NTB merupakan salah satu daerah peserta, dimana satu dari empat komoditi yang diekspor yakni kopi.

Khusus kopi, komoditi ini dikirim oleh salah satu pelaku UMKM asal Lombok Barat, UD Berkah Alam. Kopi yang dimiliki perusahaan ini bakal dikirim ke Kanada dan Korea Selatan.

Ekspor kopi kali ini sebenarnya bukan karena faktor kebetulan. Kemampuan produksi kopi di Pulau Lombok punya sejarahnya sendiri. Ekspor kopi pernah berjaya bersama komoditi lainnya, beras, kapas dan kacang kedelai di medio abad ke-18.

“Sebanyak 140 ton kopi yang akan kita ekspor untuk bulan Desember ini,” ucap Kepala Dinas Perdagangan NTB, H Fathurrahman.

Sedianya jumlah kapasitas ekspor kopi tersebut bisa ditingkatkan. Ini karena stok roduksi kopi di Pulau Lombok cukup melimpah. Belum lagi jika ditambah dengan produk kopi asal Pulau Sumbawa.

Selama ini, jelasnya, kopi jenis robusta yang diekspor dikumpulkan dari para petani. Lewat standarisasi yang diterapkan perusahaan, kemudian biji-biji kopi tersebut dipilah kelayakannya. Apakah layak ekspor atau tidak.

Ekspor kopi ini jelas saja menahbiskan kemasyhuran sejarah masa lalu. Kopi Lombok pernah menjadi bagian komoditi unggulan yang dinikmati hingga ke mancanegara.

Belakangan, tren dan geliat kopi sebagai bagian gaya hidup rupanya berandil pula dalam menggerakkan roda perekonomian. Tidak sedikit kedai-kedai kopi berdiri dan rajin disanggongi berbagai kalangan usia.


Kemasyhuran dan keagungan kopi Lombok salah satu satunya tersaji dalam riwayat perjalanan Alfred Russel Wallace. Naturalis dan pelaut asal Inggris mendaratkan kakinya di Lombok sekitar Juni-Juli 1856.

Wallace sendiri menginjakkan kakinya di Lombok melalui Pelabuhan Ampenan. Lewat karyanya The Malay Archipelago, ilmuan ahli biologi ini menuliskan kesan terhadap Ampenan.

Kota pelabuhan yang terletak di ujung barat Kota Mataram ini identik dengan bangunan tua berarsitektur Belanda. Pada waktu itu, Ampenan adalah kota pelabuhan dan salah satu pusat perdagangan.

Dalam catatan sejarah, Ampenan sendiri dibangun sekitar 1924 oleh Belanda. Kota tua ini dibangun untuk mengimbangi eksistensi kerajaan-kerajaan yang ada di Pulau Bali.

Lewat karya Wallace itu pula diketahui bahwa Ampenan pernah menjadi pintu keluar masuk ekspotr kopi. Di masa kejayaannya pelabuhan ini, sekitar tahun 1840, kopi, kapas, beras dan kedelai merupakan komoditi terbesar yang dikirim. 

Semua jenis komoditi ini terbilang unggul di Asia Tenggara dan Asia Timur. Kopi Lombok bersama komoditi lainnya tiada tanding. Semua jenis komoditi ini merajai komoditas serupa.

Demi membangkitkan kejayaan ekspor kopi di masa lalu. Pulau Lombok punya bekal yang memadai. Saat ini, beberapa daerah di Lombok tersebar sebagai penghasil kopi.

Beberapa daerah itu seperti Sajang, Sembalun dan Sapit di Lombok Timur. Di KLU, ada kopi Leong, Gangga dan yang lainnya. Di Lombok Tengah santer dikenal kopi Steling asal Batu Kliang Utara. Sementara di Lombok Barat, kopi banyak dihasilkan terutama dari Kecamatan Gunungsari, Narmada dan Lingsar. (jl)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ekspor Kopi, Membangkitkan Kembali Masyhurnya Kopi Lombok

Terkini

Iklan