Mahasiswa Harus Jadi Promotor Pariwisata

MUSPIMDA: PKC PMII NTB menggelar musyawarah pimpinan daerah melibatkan semua pengurus cabang.

MATARAM
-- Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda). Acara ini mengangkat tema Formulasi Kaderisasi Satu Barisan Satu Cita, akan digelar 3 hari ke depan.

Ketua PKC PMII Bali Nusa Tenggara, Aziz Muslim mengatakan, acara ini dilaksanakan sebagai momentum evaluasi dan menemukan pakem kaderisasi, khususnya zona Bali Nusra.

"Yang pertama ingin saya sampaikan bahwa musyawarah pimpinan daerah ini adalah evaluasi atau jangka panjang merencanakan kaderisasi ke depan," kata Aziz Muslim, Sabtu (5/12). 

Tak hanya itu, lanjut Aziz, musyawarah tersebut untuk merencanakan kepemimpinan di organisasi berlambang periasai bintang sembilan itu. Dari berbagai tingkatan mulai dari rayon sampai dengan PKC. Hal itu akan menjadi rekomendasi kaderisasi di setiap tingkatan. 

Selain membahas kaderisasi, ujarnya, peserta juga akan membahas tentang ancaman terhadap keutuhan negara. Dimana ancaman ini berbuntut pada goyahnya persatuan dan kesatuan. 

Salah satunya, sebut pria yang akrab disapa Bagong ini, ialah munculnya intoleransi. Tragisnya, intoleransi ini justru pada gilirannya melahirkan bibit-bibit radikalisme dan terorisme.

"PMII akan menjadi garda terdepan dalam melawan gerakan intoleransi," tegasnya.

Dia menjelaskan, PMII secara tegas akan menjadi garda terdepan melawan segala hal yang akan mengganggu ketahanan negara. Terhadap sikap ini, telah tegas diatur dalam AD/ART organisasi itu. 

Tak hanya menyatakan sikap ideologis PMII merespon kondisi bangsa, Bagong juga mengingatkan kadernya segera mempersiapkan diri menyambut perhelatan Moto GP 2021. Mahasiswa disebutnya harus mengambil panggung atas event dunia itu, salah satunya menjadi tim promotor promosi pariwisata.

Menurut Azis, hal ini juga kan menjadi salah satu pembicaraan guna merumuskan peran strategis. Ia berharap bumi seribu masjid tak hanya jadi tuan rumah semata.

"NTB bukan hanya menjadi tuan rumah di MotoGP dan event-event terbesar lainnya.  Tapi anak muda sebagai garda terdepan untuk terus promosi wisata kita," terangnya.

Dia juga mengingatkan, agar semua masyarakat taat terhadap protokol kesehatan. Tujuannya guna mencegah penyakit menular. Terlebih saat ini beberapa kabupaten di NTB tengah merayakan pesta demokrasi.

Lantaran itu, ia mendorong penegakan hukum bagi paslon yang melanggar aturan Pilkada maupun kesehatan. Maupun pelanggaran lainnya maka wajib ditindak. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar