Jejak Terkini

Diduga Gelapkan Uang BST, Kawil Minta Diberhentikan

PROTES: Pemuda Dusun Periang Selatan gedor kantor desa setempat tuntut Kawil mundur.

SELONG
--Dugaan penggelapan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) di Dusun Perian Selatan, Desa Perian Kecamatan Montong Gading Lombok Timur menyeruak. Buntut dugaan penggelapan ini memicu arah para pemuda di dusun setempat.

Selasa (29/12), pemuda setempat menyegel Kantor Desa Perian. Tindakan ini diambil sebagai bentuk protes agar oknum yang terlibat dalam penggelapan tersebut diberhentikan.

Sekretaris Karang Taruna Desa Perian, Zainul Asror mengatakan, pemuda-pemuda di desa ini menuntut oknum kepala wilayah (Kawil) yang terlibat diberhentikan. Kawil yang diduga melakukan penggelapan yakni, MN.

Dalam kasus dugaan penggelapan ini, terangnya, baru terindikasi dua orang. S lain MN selaku Kawil, ada juga oknum staf desa.

"Mungkin ada juga yang lain yang terindikasi," katanya.

Atas dugaan tersebut, pihaknya meminta yang bersangkutan mundur dari jabatannya. Pemerintah desa diminta berlaku tegas atas kasus yang kini terjadi dan merugikan masyarakat itu.

"Kalau kami pamuda, tuntutanya Kawil itu harus mundur dan proses hukum dengan desa silahkan dilanjutkan," sambungnya.

Sementara itu, Kawil Dusun Perian Selatan MN membantah jika dirinya telah menggelapkan dana BST masyarakat. Menurutnya ia melakukan penyimpanan dana BST sementara melalui sistem satu pintu. Ini karena setelah ada kesepakatan dari pihak Pemerintahan Desa Perian.

"Di desa itu kan ada semacam kesepakatan, yang dicairkan melalui sistem satu pintu. Karena Kaur Kesra yang biasanya mempunyai urusan seperti itu," ungkapnya.

Diakuinya, memang ada beberapa warga penerima BST di lingkungannya yang tidak langsung sampai ke tangan penerima. Namun, hal tersebut sudah disampaikan kepada warga penerima jauh hari sebelum masyarakat ribut saat ini.

Berdasarkan data yang dipegang, ada 14 orang yang belum menerima. Tapi dana BST tersebut sudah diberikan semuanya dengan total jumlah Rp. 6.300.000.

"Itu semuanya sudah diberikan kepada masyarakat yang belum menerima," katanya.

Terkait dengan keinginan masyarakat agar dirinya mengundurkan diri dari jabatan, hal itu belum terpikirkan olehnya. Mengingat, berdasarkan surat pernyataan yang dibuatnya ia tidak ingin mengundurkan diri.

Ia sendiri menyatakan tidak bersedia mengundurkan diri sebagai Kawil Perian Selatan. Alih-alih mundur, ia siap mengikuti proses hukum apabila diadukan ke pihak yang berwajib. (zaa)

Posting Komentar

0 Komentar