Jejak Terkini

1.901 KPM-PKH Lombok Barat Mundur

MUNDUR: Salah seorang penerima KPM-PKH, Jumasnah, di Lombok Barat mundur setelah merasa mampu.

GERUNG
– Sebanyak 1.901 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) di Lombok Barat (Lobar) mengundurkan diri dari kepersertaan mereka ini mendapat penghargaan KPM Graduasi Mandiri. 

Penyerahan penghargaan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid. Penghargaan diberikan secara simbolis kepada 40 perwakilan KPM di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar, Senin, (14/12).

Jumasnah warga Lembar, salah satu dari 1.901 KPM-PKH yang mengundurkan diri (graduasi) menuturkan, ia menjadi peserta PKH sejak 2010 dan digraduasi tahun 2020. 

"Setelah kami merasa sudah bisa mencukupi kebutuhan keseharian dan kebutuhan lainnya. Akhirnya kami memutuskan untuk mengajukan graduasi, sehingga bantuan PKH dapat diberikan kepada keluarga yang lebih membutuhkan atau kepada keluarga yang kurang mampu," ujarnya. 

Ibu tiga anak ini mengatakan, menjadi KPM PKH sejak 10 tahun tepatnya tahun 2010. Selama itu membuka usaha sendiri dengan usaha berjualan lontong setiap pagi. 

"Sampai saat ini kami ada perubahan untuk peningkatan ekonomi keluarga dari hasil berjualan yang diperoleh," akunya. 

Diakui dia, dari pendapatan berdagang itu bisa membiayai untuk menyekolahkan tiga anaknya, ada yang sekolah di SMK, SMP, dan SD. 

"Suami saya bekerja sebagai jaga malam di salah satu kantor di Lombok Barat dan sambilan jadi tukang bangunan. Dari penghasilan keluarga saya perbulan itu kurang lebih Rp1.750.000," imbuhnya. 

Dia berharap ke depan setelah keluar dari KPM PKH ada bantuan modal berupa modal stimulus untuk menambah modal usaha.

Sementara itu, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengatakan, setelah acara graduasi ini Dinas Sosial harus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Dinas Koperasi. Tujuannya supaya mereka (KPM PKH, red) yang sudah digraduasi tidak boleh dilepas, supaya nanti langsung diintegrasikan dengan program mereka. 

"Setelah mereka digraduasi secara bertahap dan bergiliran ada pembinaan lanjutan dari Dinas Koperasi dan Dinas Perdagangan," jelasnya. 

Di tempat yang sama Kadisos Lobar Lalu Martajaya menuturkan, jumlah yang menyatakan diri mundur sampai dengan minggu pertama Bulan Desember 2020 terus mengalami peningkatan. Catatan pihaknya hingga terkini mencapai 1.901 keluarga dan ini terus mengalami progres.

"Artinya mereka sudah keluar dari program PKH adalah secara otomatis, bahwa mereka ini sudah merasa sejahtera mandiri dan sudah tidak tergantung pada program pemerintah," katanya. 

Dia menyebut, peserta ini keluar atas keinginan dan kesadaran mereka secara ikhlas tanpa ada tekanan. Sehingga karena mereka keluar, nanti diberikan kesempatan kepada peserta lain yang membutuhkan. 

"Secara ekonomi mereka sudah stabil, setelah ini peran kami di Dinas Sosial akan berkoordinasi bersama Dinas Koperasi dan Dinas Perdagangan kalau ada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang kita berikan," imbuhnya. 

Dia menambahkan, yang digraduasi hari ini sebanyak empat kecamatan. Keempat kecamatan itu meliputi Sekotong sebanyak 43 keluarga, Lembar: 1267 keluarga, Gerung sebanyak 368 keluarga dan Narmada sebanyak 72 keluarga. 

Ia mengatakan, Itu data hingga November. Setelah figuring lagi hingga minggu pertama Desember, jumlahnya menjadi 1.901 keluarga, data inipun tetap akan bertambah. 

Lanjut kata dia, untuk tahap selanjutnya yang akan digraduasi di enam kecamatan dan direncanakan akan dilaksanakan jelang perayaan HUT Kabupaten Lombok Barat.

"Diharapkan ini dapat menginspirasi KPM lain, agar mampu mandiri tidak tergantung pada program bantuan pemerintah. Langkah ini memberi kesempatan bagi warga lain yang benar-benar layak dan membutuhkan program bantuan pemerintah," tutupnya. (and)

Posting Komentar

0 Komentar