Jejak Terkini

Usaha Gula Aren Terpuruk, Mahasiswa Telkom University Turun Tangan

BERPOSE: Panitia webinar Legitna Kuta berpose bareng.

MATARAM
--Dalam menyelamatkan perekonomian Indonesia yang berangsur ke arah resesi pada masa pandemi, pemerintah telah berupaya keras menjaga kestabilan ekonomi melalui berbagai kebijakan. Baik itu kebijakan fiskal maupun moneter untuk mengurangi beban masyarakat dan dunia usaha. 

Khusus untuk dunia usaha, DPD RI menggelar rapat koort khusus dengan Bank Indonesia. Rakor tersebut terselenggara pada 8 september 2020 lalu dan membahas program pemulihan ekonomi nasional 2020.

Saat itu, DPD RI menekankan pentingnya pelaku usaha mampu bertahan dan menjadi tulang punggung perekonomian.

Terhadap kondisi itu, mahasiswa Telkom University tidak mau berpangku tangan. Mereka ikut terjun membantu para pelaku usaha yang bergerak dalam bisnis gila aren.

Lewat rilis yang dikirimkan ke JEJAK LOMBOK, Telkom University Prodi Ilmu Komunikasi Peminatan Marketing Komunikasi tergerak membantu pelaku usaha gula di Kampung Adat Kuta, Ciamis Jawa Barat. Dimana warga di kampung adat ini banyak menggantungkan penghidupannya dari bisnis gila aren.

Ketua Divisi Public Relations Telkom University, M Rifqi Akbar mengatakan, kondisi perekonomian saat ini sedang terpuruk. Banyak para pelaku usaha bisnis menengah ke bawah yang butuh uluran bantuan.

"Banyak pelaku usaha yang pendapatannya menurun diakibatkan oleh pandemi. Kondisi ini pula yang membuat ekonomi nasional menurun," ucapnya, Jumat (27/11).

Tragisnya, dengan kondisi ekonomi saat ini justru menyeret Indonesia ke jurang resesi. Karena itu, pemberdayaan terhadap pelaku usaha penting diutamakan sebagai salah satu cara keluar dari resesi.

Khusus terhadap para pelaku usaha gula aren di Kampung Adat Kuta, ucapnya, sebenarnya memiliki omset yang sangat besar. Terlebih lagi di daerah ini memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah.

Keberlimpahan sumberdaya alam ini, jelasnya, harus dimanfaatkan dengan maksimal. Ini penting untuk mendorong perekonomian masyarakat disana. 

Hanya saja, lantaran kurangnya kualitas SDM di Kampung Adat Kuta ditambah kondisi pandemi saat ini membuat omset penghasilanmengalami penurunan. Kondisi ini berlaku khususnya para petani sekaligus pelaku usaha gula aren.

"Nanti secara khusus, kami juga akan membuat webinar online denga tema Legitnya Kuta," ucapnya.

Kegiatan ini sendiri, terang Rifqi, merupakan rangkaian acara tahunan Urban Village. Dalam webinar ini bertujuan membantu mencari solusi dengan mengundang beberapa narasumber yang kredibel. 

Rifqi menegaskan, webinar ini sekaligus mempromosikan gula aren Kampung Adat Kuta kepada audiens yang tertarik dalam bidang usaha. Promosi ini dilakukan karena saat ini gula aren sangat berpotensi dijadikan sebagai peluang bisnis.

"Kami katakan sangat potensial karena dapat diolah menjadi berbagai macam bentuk makanan ataupun minuman yang sedang marak di kalangan masyarakat saat ini," tegasnya. (jl)

Posting Komentar

2 Komentar