Jejak Terkini

Pencinta Wisata Bahari Peringati Hari Pahlawan di Tracking Mangrove

UPACARA: Sejumlah pecinta wisata bahari menggelar upacara apel bendera memperingati Hari Pahlawan Nasional di Gili Petagan.

SELONG
--Kelompok Penyelam NTB (Kapela NTB) dan Pokmaswas Petrando, berserta sejumlah pencinta wisata bahari menggelar apel Hari Pahlawan Nasional 2020. Upacara itu digelar di Traking Mangrove, Gili Petagan Desa Padak Guar Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

Dalam kegiatan tersebut Kapela beserta Tim melaksanakan konservasi kawasan. Konservasi dilaksanakan dengan menanam 1.000 bibit pohon mangrove di Gili Petagan dan pohon Waru di Gili Bidara.

Selain penanaman pohon, mereka juga mengeksplorasi pemandangan bawah laut di kawasan dua gilir tersebut. Eksplorasi dilakukan dengan bermain snorkling dan diving.

Ketua Kapela NTB, Herman mengatakan tujuan dilaksanakannya kegiatan itu untuk memupuk jiwa nasionalisme. Khusus pencinta wisata bahari, umumnya untuk generasi muda di bumi Patuh Karya.

"Sebagai rangkaian upacara bendera yang kami laksanakan di Hari Pahlawan tahun ini, kami juga melakukan konservasi kawasan Gili Petagan dan Bidara dengan penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan hutan mangrove Gili Petagan dan menanam 20 bibit waru di Gili Bidara," kata Ketua Kapela NTB, Herman, yang juga koordinator kegiatan, Selasa (10/11).

Hal ini, bebernya, dilakukan sebagai salah satu bentuk perjuangan, khususnya mengisi hari pahlawan. Tak hanya itu, ia menyebutnya sebagai salah satu cara mensyukuri kemerdekaan. 

Ia berharap, lewat kegiatan ini destinasi wisata bahari tetap lestari dan sustainabel. Khususnya di kawasan Pertindo, seperti Gili Petagan dan Bidara.

Hari Pahlawan Nasional bagi pencinta wisata bahari dimaknai sebagai wujud penyelamatan lingkungan kawasan laut. Lantaran, pahlawan tak hanya menyelamatkan nama negara kolonialis. Namun ikut membebaskan alam dari penguasaan penjajah.

"Pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga untuk kemajuan bangsa kita, serta membangkitkan keperdulian generasi muda untuk menjaga ekosistem laut kita," terangnya.

Salah satu peserta, Zaitun besyukur dapat mengikuti kegiatan tarsebut. Dia mengaku banyak mendapatkan ilmu.

Bagi Dosen Pariwisata Universitas Hamzanwadi itu, kegiatan-kegiatan nasionalisme seperti ini dapat diselenggarakan oleh generasi muda bangsa ini. Dia berharap, kegiatan ini dapat dijadikan sebagai pembelajaran berharga oleh semua pihak, khusus pencita wisata bahari di Kabupaten Lombok Timur.

"Secara prribadi, saya merasa sangat bangga dan bersyukur sekali dapat mengikuti kegiatan ini. Melalui kegiatan ini saya mendapatkan wawasan mengenai ekosistem laut di kawasan perairan Petrando dan pentingnya melindungi ekosistem tersebut sebagai aset wisata bahari Lotim dan sumber penghidupan masyarakat sekitar," tandasnya. (sy)

Posting Komentar

0 Komentar