Jejak Terkini

Panorama Senja di Padang Ilalang Giri Sasak

MENAWAN: Padang ilalang di Giri Sasak sanggup menawan pengunjung dengan keindahannya.

GERUNG
–Melihat hamparan padang rumput ilalang dengan pemandangan alam dan angin segar setidaknya bisa menjadi pelepas penat. Hal itu bisa dijumpai di Dusun Buntage, Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat.

Hamparan luas padang ilalang yang menyertai pesona destinasi yang satu ini. Di sepanjang padang ilalang disuguhkan di sekelilingnya perbukitan dan pegunungan. Padang ilalang di tempat ini juga terdapat sebuah pohon yang terlihat menarik sebagai spot berfoto.

Meskipun lokasi ini terbilang serderhana, karena hanya persawahan warga yang ditumbuhi tanaman musiman sejenis ilalang. Namun mampu menyita perhatian pengunjung baik dari dalam daerah maupun luar daerah.

Pokdarwis Desa Giri Sasak, Ezagio kepada JEJAK LOMBOK, Kamis (5/11) mengatakan, spot wisata ini mulai viral sejak sebulan lalu. Berawal postingan salah seorang warga, lalu ramai dibagikan di media sosial, dari satu akun ke akun yang lain. 

Dari itu, kemudian pemuda setempat dengan kreativitas mengambil foto di lokasi dan memviralkan melalui akun media sosial masing-masing. Pemuda setempat mempromosikan tempat itu juga, melalui instagram @wisata_pesona_buntage, dan YouTube pribadi miliknya Ezagio Project.

Karena penasaran melihat foto di media sosial itu, pengunjung pun berdatangan ke lokasi. Mereka yang kebanyakan para remaja ini datang bergrup sekedar ingin berfoto di lokasi itu. 

“Banyak pengunjung yang datang, bahkan ada dari luar daerah (bali),” akunya. 

Setiap hari pengunjung dari luar datang ke lokasi. Mulai dari pagi, sampai sore. Bahkan pada sore hari pengunjung membludak, karena mereka ingin menyaksikan panorama senja dengan keindahan sunset. Ditambah lagi latar belakang gunung, awan dan hamparan sawah menambah daya tarik bagi pengunjung. 

Semakin tingginya pengunjung di tempat ini membuatnya bersama pemuda pun menata kawasan itu dengan menyiapkan tempat parkir dan nongkrong. Rencananya, ia bersama pemuda akan membuat semacam tulisan dan tempat selfie berbentuk gambar kupu-kupu untuk menambah daya tarik. 

Diakui pemuda yang suka traveller ini, para remaja di daerah itu berperan aktif mempromosikan tempat ini. 

Lokasi ini memang musiman, tidak bisa tumbuh sepanjang tahun karena lahan ini akan dipakai warga bercocok tanam. Karena itu, ia berharap ada upaya desa menjadikan spot wisata padang ilalang ini bisa berkesinambungan dengan mengembangkan tanaman ini.  Karena spot wisata ini menjadi salah satu penghasilan tambahan bagi pemuda yang note bene belum bekerja.

“Kami berharap ditata agar ada aktivitas pemuda, karena lapangan kerja yang sempit,” terangnya. 

Ditempat terpisah, Kades Giri Sasak Hamdani mengatakan, padang savana tanaman ilalang (orang setempat menyebutnya tanaman Jemprot) mulai banyak dikunjungi bulan lalu. Tempat ini diviralkan oleh pokdarwis dan pemuda setempat. 

"Luas lahan tempat tanaman ini tumbuh mencapai 5-6 hektar persawahan milik warga kita. Jenis tanaman ini memang bagus, karena baru tumbuh berwarna hijau. Saat mulai berbunga dan berbuah, memiliki aneka warna. Seperti hijau, ungu dan merah," tuturnya.

Tanaman ini pun kata dia, bisa dipakai untuk  membuat anyaman seperti gelang. Jenis tanaman musiman ini tumbuh sendiri, namun bisa dibudidayakan dan butuh lahan yang luas. 

"Tiap hari ada pengunjung yang datang ke lokasi kita ini, bahkan ada 200 pengunjung baik dari dalam maupun luar daerah. Para pengunjung ini ada dari remaja dan klub motor yang ingin berswa foto disana," terangnya.

Karena itu, ia berencana mengelolanya dengan menempatkan home stay yang rencananya diperoleh dari bantuan pusat tahun depan. Tanaman ini bisa dikombinasikan dengan jenis tanaman lain seperti semangka, hortikultura dan strawberry. Apalagi kawasan ini strategis karena berada di pinggir jalan. (and)

Posting Komentar

0 Komentar