Anak-anak Muda Pelopor Pariwisata (4-Habis)

Asri, Sang Kreator Wisata Pondok Kerakat

Asri

SELONG
--Nama Pantai Pondok Kerakat belakangan ramai diperbincangkan. Lokasi ini merupakan tempat wisata yang terletak di Desa Pohgading Timur, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur.

Sebelum dikenal sebagai salah satu lokasi wista, masyarakat setempat hanya menjadi tempat berburu ikan. Selain itu, pantai ini juga dijadikan sebagai tempat ritual adat.

Sebelum disulap menjadi destinasi wisata, pantai ini merupakan incaran investor tambang pasir besi. Kekayaan kandungan besi yang dimiliki di sepanjang garis pantai Pondok Keramat ini konon sanggup membuat investor asing ileran.

Niat kehadiran para investor asing ini mengeruk kandungan besi di dalam pasir pantai tersebut bukannya mendapat sambutan hangat. Warga setempat sebaliknya dibuat geram dan siap pasang badan menghalau masuknya para investor tersebut.

Ini dibuktikan dengan sikap penolakan warga. Beberapa kali di lokasi ini sempat memanas hingga sejumlah warga ditahan aparat.

Namun kini, warga pesisir pantai Pondok Kerakat tak lagi risau. Lantaran tempat itu telah menjadi salah satu destinasi ternama di bumi Patuh Karya, Lombok Timur.

Dibalik tersohornya tempat tersebut dengan bebagai selfie spotnya, ternyata ada tangan dingin seseorang anak muda. Sosok ini dikenal bersahsja dan ulet dalam mempromosikan pariwisata pantai tersebut.

Sosok tersebut bernsma Asri. Ia merupakan anak ketiga dari enam bersaudara.

Kepada JEJAK LOMBOK, Rabu (4/11), Asri menceritakan alasan kuat menjadikan lokasi tersebut menjadi salah satu destinasi. Salah satunya yakni tak sudi tangan investor tambang menyentuh lantai tersebut.

"Karena Pondok Keramat ini salah satu pesisir pantai yang pasirnya  memiliki kandungan besi," kata Asri.

Manfaat pasir yang mengandung besi, lanjut pria 35 tahun itu, ialah dapat dimanfaatkan sebagai terapi untuk kesehatan tubuh. Masyarakat setempat percaya, setelah lelah bekerja, kerap kali menghabiskan waktu di pantai itu agar stamina dan fisiknya kembali fit.

Rupanya, dibalik khasiat pasir itulah yang gencar dipromosikan kepada pengunjung. Di Pondok Keramat, pengunjung tidak saja berlibur, tapi juga mendapat terapi.

Salah satu kafe di Pantai Pondok Kerakat

Ayah dari anak ini menuturkan, ia bertekad menjadikan pantai itu sebagai lokasi wisata tepatnya pada 2018 silam. Saat awal membangun tempat itu, tidak sedikit yang menyepelekan dirinya.

"Karena baru memulai bersama teman-teman di sini, dianggap kami berbuat yang sia-sia," ujarnya.

Seiring berjalan waktu, ia terus menyemangati rekan-rekannya untuk mempercantik lokasi tersebut. Salah satunya dengan cara membuat berbagai selfie spot dari kayu bekas.

Setahun berjalan, keberadaan Pondok Kerakat sebagai salah satu lokasi wisata pun direspon. Pengunjung berdatangan dari desa tetangga.

Melihat banyaknya pengnjung lapak-lapak pun tersedia. Bahkan saat ini sudah berdiri beberapa kafe yang bagi pengnjung sangat direkomendasikan sebagai lokasi tongkrongan.

Di lain sisi, untuk memasarkan keberadaan pantai itu. Ia menggelar event budaya Tetulak Pesisi dan Arong-arong Jaran (pacuan kuda, Red).

Saat ini, setiap sore hari pantai itu diramaikan pengunjung. Terlebih hari-hari libur. Bahkan beberapa kegiatan syukuran warga juga dilaksanakan dibtempat tersebut.

Saat ini, kata pria lulusan Pendidikan Sejarah STKIP Hamzanwadi Selong itu, ia memnafaatkan lahan miliknya sebagai ekowisata. Tempat ngopi dan belajar bagi masyarakat setempat.

Dikatakannya, saat ini desa setempat telah diakui sebagai salah satu desa wisata melalui SK Kementerian Pariwisata. 

"Saya cinta tempat ini. Sebagai bentuk cinta saya, saya jadikan pasir itu sebagai mahar perkawinan," ujarnya. (sy)

Posting Komentar

0 Komentar