NTB Target Bangun 99 Desa Wisata

KUNJUNGAN: DPRD NTB bersama DPRD Lampung dan Dispar NTB saat mengunjungi desa wisata Kembang Kuning.

SELONG
--Provinsi NTB, khususnya Pulau Lombok merupakan destinasi wisata incaran dunia. Kedepan pemerintah daerah akan terus menggenjot sektor pariwisata sebagai salah satu potensi yang dikembangkan.

Rabu (4/11), DPRD NTB bersama Di as Pariwisata NTB mengunjungi Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur Lombok Timur. Turut dalam rombongan itu jajaran DPRD Lampung.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, LM Faozal mengatakan, hingga 2024 mendatang, NTB menargetkan lahirnya sebanyak 99 desa wisata. Desa wisata sebanyak itu diharap lahir di seluruh NTB.

"Selama kepemimpinan Zul-Rohmi di NTB, sebanyak 99 desa wisata kita targetkan lahir di NTB," ungkapnya.

Lahirnya desa wisata, jelasnya, bertujuan mengembangkan desa agar lebih mandiri. Lewat sektor ini diharap setiap desa bisa memperbanyak sumber pendapatannya di masa datang.

Sejauh ini, tercatat sudah sebanyak 20 desa wisata terlahir di NTB. Semua desa ini dikembangkan melalui binaa Dinas Pariwisata.

Berdasarkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB, ia mengaku telah menyelesaikan 50 persen dari total target.

"Tahun 2020 ini ada 20 desa wisata. Jadi total dari RPJMD itu baru 50 persen yang kami selesaikan," jelasnya.

Menurutnya, desa wisata merupakan kawasan administratif yang mempunyai keunikan pada masyarakat yang ada di desa tersebut. Dimana konsep itu menurutnya berbeda dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang ada di wilayah Lombok Tengah dan saat ini sedang dibangun.

"Kalau di KEK itu lebih kepada brand destinasinya, dan di desa wisata itu (salah satunya Kembang Kuning) merupakan penyangga dari KEK itu sendiri," katanya.

Adapun potensi yang bisa menjadi kriteria pada desa wisata tersebut, pada dasarnya harus mempunyai daya tarik. Untuk itulah, Dispar NTB memberikan detail kriteria pada daya tarik itu yakni mempunyai aksesibilitas, amenitas, dan atraksi.

Sementata itu, Kepala Desa Kembang Kuning, HL Sugian dalam sambutannya mengapresiasi dukungan Dispar NTB pada pembangunan desa wisata di desanya.

Ia menuturkan, Kembang Kuning merupakan salah satu desa dengan brand wisata yang berada di wilayah Lombok Timur. Tak dipungkiri, sampai dengan saat ini Kembang Kuning tetap ramai dikunjungi oleh wisatawan walapun masih pandemi Covid-19.

Wisatawan yang berdatangan, katanya, banyak dari mancanegara dan domestik. Untuk saat ini, diakuinya bahwa pengunjung yang berdatangan rata-rata dari lokal karena dampak dari pandemi Covid-19.

"Kalau normal itu biasanya wisatawan yang datang ada sekitar 150 orang per hari. Namun karena corona yang menjadikannya berkurang," ulasnya.

Salah satu yang ingin ia gapai ke depan, yakni dengan membangun sinergitas antar semua desa yang ada di Kecamatan Sikur. Ini karena semua desa di Kecamatan Sikur mempunyai potensi wisata yang harus dikembangkan. 

"Tentu dengan potensi wisata yang berbeda-beda. Namun itulah yang menjadikan semua desa yang ada di Sikur tersebut unik," ucapnya.

Ia juga berharap akan mengandeng semua elemen masyarakat untuk ikut membangun sinergitas, termasuk desa yang ada di seluruh Kecamatan Sikur. (zaa)

Posting Komentar

0 Komentar