728x90

ad

Nafas Baru Pariwisata Lotim Bernama Hipla

NAFAS BARU: Munculnya organisasi penyelam di Lombok Timur setidaknya menjadi nafas baru bagi pariwisata di daerah ini.

SELONG
--Pelatihan pemandu wisata yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Lombok Timur Oktober lalu membuahkan hasil. Cetak biru paling nyata yakni terbentuknya Himpunan Penyelam (Hipla) di daerah ini.

Hipla terbentuk berbarengan dengan pelatihan menyelam di Gili Lampu, awal Oktober lalu. Terbentuknya organisasi ini menjadi nafas baru kemajuan pariwisata di bumi bermotto Patuh Karya.

Organisasi yang baru seumur jagung itu, telah tancap gas melakukan agenda untuk pariwisata Lotim. 

Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik, berharap organisasi penyelam ini mampu menjalin kerjasama dengan berbagai lini. Tujuannya untuk kemajuan pariwisata Lombok Timur.

"Memajukan pariwisata Lotim akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan daerah," kata HM Juaini Taofik, saat sambutan diacara pelantikan Hipla Lotim, di Icha Cafe 3 Pantai Labuan Haji, Jum'at Sore (20/11).

Sektor yang dimaksud ialah baik pemerintah maupun swasta. Menurutnya hal itu akan berdampak pada kemajuan pariwisata Lombok Timur.

Di lain sisi, sebut Taofik, Hipla harus dapat meningkatkan kapasitas anggota organisasi tersebut. Ini penting untuk keberlanjutan oranisasi.

"Harapan saya, Hipla Lotim mampu membangun komunikasi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dan terus meningkatkan kapasitas dan kreativitas agar kita lebih hebat supaya cita-cita kita tercapai," harapnya.

Senada, Kabid Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata Lotim, Mukarohman Sahibullah mengatakan, Hipla menjadi marketing potensi wisata. Terutama destinasi bawah laut yang selama ini belum tereksplorasi. 

"Kami berharap, Hipla Lotim mampu memasarkan potensi wisata bawah laut kita, sehingga teman-teman bisa memperoleh hasil yang baik dan maksimal," ungkapnya.


Ia menjelaskan, Hipla beranggotakan 40 orang pelaku wisata di Lotim. Yang terdiri dari 60 persen kawasan pesisir dari Ekas hingga Obel-Obel. Sisanya 40 persen pelaku wisata dari kawasan tengah, dari Kembang Kuning, Tete Batu, Masbagik, Selong dan Suralaga.

Ia berharap agar Pemerintah Daerah (Pemda) mendukung keberadaan dan program organisasi tersebut. Menurutnya, selama ini potensi wisata di bumi Patuh Karya selalu menjadi terbaik di NTB.

"Sebab selama ini potensi kita selalu menjadi yang terbaik di NTB. Namun tidak bisa kita pasarkan karena keterbatasan sumberdaya manusia yang kita miliki," bebernya.

Ketua Hipla Lotim yang dilantik, Idham Kholid menuturkan, ada perbedaan mendasar pegiat pariwisata di Lotim dengan kabupaten lainnya yang ada di NTB. Menurutnya, militansi memajukan wisata lebih banyak berasal dari masyarakat dan organisasi.

Berbeda dengan dengan daerah lain seperti Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Utara. Yang bergerak paling aktif pemerintah setempat.

Lantaran itu, ia berharap ada dukungan dari Pemda Lombok Timur untuk mendukung Hipla dan organisasi kepariwisataan lainnya. Ini penting demi kemajuan wisata di Lotim.

"Saya berharap supaya Pemda Kabupaten Lombok Timur dapat memberikan dukungan kepada Hipla Lotim dan semua organisasi kepariwisataan dalam memajukan pariwisata," pinta Khalid. (sy)

Posting Komentar

0 Komentar