Lintasi Lahan Warga, Pipa SPAM Suryawangi Dikeluhkan

MELINTAS: Pipa SPAM Suryawangi yang dikeluhkan melintasi lahan warga.

SELONG
--Masalah demi masalah terus datang menghampiri pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Suryawangi, Kecamatan Labuan Haji Lombok Timur.

Setelah mendapat tentangan dari pemilik lahan yang lahannya dijadikan lokasi proyek, kini tentangan justru datang dari warga yang dilintasi lahannya oleh pipa SPAM tersebut.

Salah seorang pemilik lahan bernama Husen misalnya. Ia mengaku tidak pernah diinformasikan terkait lahannya yang akan dilintasi pipa SPAM tersebut. Alih-alih bersedia lahannya dilintasi, ia menuding kehadiran SPAM itu tidak pernah disosialisasikan kepada warga.

"Itulah alasan kenapa kami menolak lahan kami dilintasi oleh pipa SPAM ini," ucapnya, Senin, (9/11).

Keberatan Husen puncaknya ketik ia menyebut pemilik proyek dianggap semau-maunya. Warga pemilik lahan tanpa diberitahu, tapi pipa tiba-tiba melintas di lahan milik mereka.

Bagi Husen, harus ada kompensasi dari tindakan pemilik proyek. Permintaannya ini disebutnya beralasan lantaran pemilik lahan yang lain disebutnya telah diberikan kompensasi pula.

"Kita ini maunya tanah kita dibeli yang dilintasi pipa ini. Jangan sampai yang lain dibayar, kitanjustru tidak," ujarnya.

Husen mengaku sama sekali tidak pernah tahu keberadaan pipa yang melintas di kebun miliknya. Bahkan saat penanaman pipa tersebut pun, dirinya tidak diinformasikan.

Ia baru mengetahui keberadaan pipa tersebut setelah dirinya bakal menanam di kebun miliknya. Betapa tidak, saat ke kebunnya, ia mengaku terperanjat dengan adanya pipa tersebut.

Bagi Huse, bukan hanya uang yang bisa menjadi kompensasi. Namun setidaknya minimal kompensasi yang diberikan berupa penyediaan keran air di lahan miliknya yang dilintasi.

"Kalauk dari pihak PUPR mau memasangkan kita keran sebagai imbalanya itu saja ndak apa-apa, kalau ndk mau tingal di pindah pipanya lewat tanah yang lain, "katanya

Semetara itu, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Lotim Makrifatullah mengatakan, pipa yang melitas dari tanah warga tersebut nantinya bersama PDAM akan memangil pemilik lahan. Ia bahkan menyebut pipa yang melintas di lahan warga disebutnya sudah tertanam 15 tahun sebelumya.

"Pada intinya semuanya kita rapikan jangan sampai masyarakat tersakiti," jelasnya.

Ia juga jelaskan, sebelum bekerja dalam pembuatan SPAM tersebut, sudah disampaikan sosialisasi ke masyarakat. Sosialisasi disampaikan hingga proses pengerjaan seratus persen.

"Dari pembuatan SPAM tersebut kita sudah sampaikan bahkan sampai pekerjaan seratus persen pun kita sampaikan, " katanya. (zaa)

Posting Komentar

0 Komentar