Jejak Terkini

Keluhkan Lalat, Warga Manggong Lingsar Protes Keberadaan Kandang Ayam

DIKELUHKAN: Kandang ayam di Desa Batu lumbung dikeluhkan warga lantaran dianggap mengundang wabah lalat.

GERUNG
–Keberadaan beberapa kandang ayam di dusun Manggong, Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar Lombok Barat dikeluhkan warga. Kandang ayam ini dinilai menyebabkan banyaknya lalat di pemukiman mereka.

Penilaian warga ini sangat beralasan. Penyebabnya karena lokasi kandang ini terlalu dekat dengan tempat tinggal warga.

Salah satu warga Dusun Manggong yang tidak mau disebut namanya, Senin (9/11) kepada JEJAK LOMBOK menyampaikan, pengusaha sangat tidak mengindahkan keluhan warga sekitar.

“Beberapa kali warga meminta agar dilakukan tindakan, namun pengusaha terkesan mengabaikan," akunya.

Sementara itu, Kades Batu Kumbung, H Wirya Adisaputra mengakui bahwa persoalan tersebut telah lama dikeluhkan warga. Keluhan muncul selama hampir 1 tahun sejak dirinya menjabat. 

Pihaknya mengaku telah mempertemukan pihak pemilik kandang dan masyarakat sekitar. Mediasi itu guna umembicarakan penyelesaian permasalahan tersebut.

"Kurang lebih itu sekitar 5 kandang yang pengoperasiannya dikeluhkan warga. Dan mereka (pihak kandang dan warga, red) sudah kita pertemukan untuk memperbaiki pengolahan limbah mereka," bebernya.

Dari pertemuan tersebut, dirinya menuturkan, bahwa pihak pemilik kandang sepakat bisa segera memperbaiki sistem pengolahan kandangnya.

"Karena sesuai sistem yang sekarang, pengolahan kandang ada yang menggunakan mesin dan ada yang belum. Yang belum ini yang pengelolaan limbah kandangnya yang jadi masalah," jelasnya.

Selain itu, ia juga mengaku bahwa ada beberapa kandang yang ternyata belum memiliki izin. Karena itu, pihaknya sudah melaporkan masalah yang terjadi ke Dinas Lingkungan Hidup Lobar.

Keberadaan kandang tersebut, kata dia, sudah berdiri sejak lama. Bahkan sebelum dirinya menjabat kepala desa. Sehingga masih ada ketidaksesuaian dengan Peraturan Desa (Perdes) yang berlaku di sana saat ini.

"Sudah lama sebelum saya jadi Kades, sejak saya menjabat saya belum pernah mengeluarkan izin pengoperasian kandang ayam," tandasnya.

Posisi kandang yang saat ini dikeluhkan warga, terlalu dekat dengan pemukiman. Bahkan kandang ini dinilai menyalahi aturan yang ada dalam Perdes yang telah berlaku selama dirinya menjabat. Yakni jarak minimal posisi kandang harus 500 meter dari pemukiman.

"Perdes ini kan sejak jaman saya, sedangkan mereka (kandang, red) sudah mulai sejak sebelum saya menjabat sebagai Kades," tuturnya.

Dirinya berharap, OPD terkait dapat segera melakukan cross chek terkait perizinannya. Karena, lanjutnya, pemilik kandang rata-rata memang bukan warga asli Batu Kumbung. Terlebih sudah hampir satu tahun warganya mengeluhkan hal tersebut. 

"Saat ini sudah sangat mengganggu sekali jumlah lalatnya sudah di luar kewajaran. Bahkan saat Maulid saja warga kami tidak berani melalukan kegiatan di siang hari karena banyaknya lalat ini, semua kegiatan dialihkan di malam hari jadinya," tuturnya.

Pihak desa berharap supaya OPD terkait untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut dan memberi solusi penyelesaian.

"Kalau bisa kami harapkan dari dinas sendiri yang menertibkan kalau memang ndak ada izin, silahkan ditutup saja," tegasnya.

Dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Hukum dan Kapasitas Lingkungan Hidup di DLH Lobar, Lale Widyani, mengaku bahwa saat turun langsung ke lokasi pihaknya tidak bisa bertemu langsung dengan pemilik kandang. Sehingga belum bisa memastikan tekait perizinan.

"Waktu turun, tim kami tidak ketemu sama pemiliknya, kita hanya ketemu sama pegawainya. Jadi mereka tidak tahu jelas masalah izin," sebut Lale Widyani.

Pihak DLH Lobar pun, berencana untuk memanggil pihak kandang untuk dapat dipertemukan dengan warga sekitar, pada Selasa besok (10/11).

"Kalau ternyata memang tidak ada izinnya, nanti kami akan berikan surat teguran sebanyak 3 kali. Apabila tidak ada aksi, baru akan kita laporkan ke kepolisian," tegasnya. (and)

Posting Komentar

0 Komentar