Jejak Terkini

LHK NTB Sosialisasi Gerakan Pilah dan Olah Sampah di Sapit

PELATIHAN: DLHK NTB membeeikan pelatihan tata cara pengolahan sampah di Desa Sapit.

SELONG
--Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB menggelar sosialisasi gerakan pilah dan olah sampah. Acara itu digelar di AulaKantor Desa Wisata Sapit, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (17/11).

Program itu setidaknya diikuti oleh 25 peserta. Mereka terdiri dari perwakilan kepala wilayah, kader, PKK, dan unsur pemuda setempat.

Hadir diacara tersebut, Staf Bidang Pengelolaan dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dian Sosianti, Tim Satgas Zero Waste NTB, Rosmayadi, Yayuk wahyuni dan Try Wahyudi. Ada pula pengelola Lombok Green, Yogi Aditia Putra.

Inisiator program, M Hijazi Noor mengatakan, secara umum tujuan pelaksanaan sosialisasi ini memotivasi masyarakat memelihara kebersihan lingkungan, khusus di Desa Sapit.

"Tujuan kami melaksanakan kegiatan ini mempersispkan Desa Wisata Sapit yang bersih dan indah. Selain itu, agar masyarakat dapat mengelola sampah rumah tangganya supaya bernilai ekonomis," katanya.

Ia berterima kasih lantaran Pemdes setempat telah memfasilitasi prorgam ini. Mengingat program ini bersentuhan langsung dengan desa itu sebagai salah satu lokasi wisata.

Terlebih Sapit dikenal dengan destinasinya yang sangat eksotis. Praktis, kebersihan sebagai satu cara mempertahankan ikon tersebut.

Kebersihan, lanjutnya, tak hanya program NTB. Namun juga tertera dalam sapta pesona wisata dan menjadi salah satu syarat sebuah lokasi diakui sebagai tempat wisata.

Lantaran itu, kebersihan ini harus terwujud sejalan dengan visi wisata lainnya. Salah satu caranya yakni dengan dapat mengolah dan memilah sampah. 

"Bukan hanya akan berdampak ke kesehatan dan wisata saja. Tapi juga bisa jadi cendramata oleh-oleh wisata. Bahkan bisa dipoles menjadi selfi spot untunk menambah eksitis destinasi," ujarnya.

PJS Kepala Desa Sapit, Sainep mengatakan, ia bersyukur dan menyambut hangat atas terselenggarannya agenda tersebut. Terlebih dihadiri oleh orang yang memang konsen di bidangnya.

Sebagai salah satu desa wisata di NTB, lanjutnya, kebersihan merupakan bagian yang penting dan tak bisa dipandang sebelah mata.

"Kami sangat bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini sebab kebersihan adalah syarat utama eksistensi desa wisata," ungkapnya.

Dia berharap, dengan digelarnya kegiatan ini dapat merubah mindset semua pihak khususnya di desa setempat. Dengan terselenggaranya kegiatan ini Desa Sapit bisa menjadi desa yang bersih dan asri. 

Pihaknya sangat mengharapkan agar peserta kegiatan ini dapat menularkan ilmunya. Setelah itu ilmu tersebut bisa diajarkan kepada warga setempat.

Dalam kegiatan tersebut DLHK NTB, membagikan komposter bag kepada semua peserta. Dengan komposter bag itu diharapkan perserta dapat menerapkan dan menularkan ilmu yang didapati.

"Kegiatan sosialisasi yang diinisiasi hari ini merupakan awal yang baik terwujudnya wisata yang sustainable," ucap Staf Bidang Pengelolaan dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLHK NTB, Dian Sosianti.

Terjaganya kebersihan desa wisata dengan mulai mengelola sampah dengan mandiri disebutnya investasi jangka panjang untuk daerah wisata.

Pengelola Lombok Organik, Yogi Aditia Putra yang juga salah satu pemateri di acara tersebut menjelaskan, alah satu cara agar taman dapat tumbuh dengan baik, melalui sistem organik kantong mikroba (pembenahan tanah).

Di akhir penyampaian materinya, ia berharap untuk serius mengawal kebersihan lingkungan. Lantaran itu menyangkut keberlansungan hidup dan lingkungan.

"Saya berharap dari kegiatan ini peserta dapat menularkan virus organik kepada masyarakat lainnya agar kedepan masyarakat dapat mengembangkan pertanian organik demi keseimbangan ekosistem dan kembalinya kesuburan tanah yang sudah jenuh unsur kimia," ujarnya. (sy)

Posting Komentar

0 Komentar