728x90

ad

Solar Alami Kelangkaan di Lotim

HM. Sukiman Azmy

SELONG
--Kelangkaan bahan bakar solar kembali terjadi di Lombok Timur. Diduga penyebabnya karena diperbolehkannya perusahaan industri megambil di SPBU dan menyebabkan ketersediaan dolar semakin terbatas.

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy mengatakan, persoalan utama pada kelangkaan solar yakni karena diperbolehkannya usaha industri mengambil di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Tentu hal tersebut, menurutnya dilakukan dengan alasan yang beragam.

Karena itu, ia mengatakan saat ini telah mempunyai tim pengawas. Tim ini nantinya bertugas sebagai pengukur kapasitas kelayakan kebutuhan solar di tengah masyarakat Lotim.

"Kita punya tim pengawas, dan kita akan perintahkan mereka untuk mengawas hal itu," ungkapnya, Selasa, (17/11).i

Dari hasil tim pengawas itulah, nantinya Pemda akan mengambil kebijakan. Yang terpenting, jangan sampai industri-industri berbuat tidak sesuai dengan regulasi, terutama dalam hal harga.

Sementara itu, untuk mengatasi persoalan itu, kata Sukiman, Pemkab Lotim melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat telah mengupayakan penambahan kuota solar. Yaitu berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan Pemprov NTB agar kuota solar ditambah untuk wilayah Lotim.

"Kami sudah melakukan komunikasi untuk penambahan solar di wilayah Lotim melalui pihak Pertamina dan Pemprov NTB," katanya.

Kedepan, dengan solusi tersebut ia berharap tidak ada kelangkaan di wilayah Lotim. Karena dari Pemda Lotim telah mengupayakan semaksimal mungkin dalam mengatasi persoalan tersebut.

Untuk kuota persediaan tahun ini, dirinya tidak begitu jelas menyebutkan jumlahnya. Namun, ke depan penambahan kuota itu ia harapkan bisa mencapai 20 persen dari kuota persediaan awal.

"Kita harapkan kuota penambahan itu bisa 20 persen dari persediaan awal," jelasnya. 

Ia berharap kelangkaan solar itu bisa teratasi dengan bijak. Tujuannya agar semua masyarakat khususnya yang menggunakan solar setiap hari, bisa memenuhi kebutuhannya. (zaa)

Posting Komentar

0 Komentar