Jejak Terkini

Jarot-Mokhlis Siap Bangun Lunyuk Jadi Sentra Ekonomi Baru

Jarot-Mokhlis

SUMBAWA
–Sumberdaya alam dan budaya masyarakat Sumbawa sangat kental di Kecamatan Lunyuk Kabupaten Sumbawa. Hal ini menjadi yang dapat dikembangkan di wilayah yang memiliki tujuh desa tersebut. 

Pada sektor pertanian, Lunyuk mempunyai ribuan hektare lahan pertanian dan potensi peternakan. Demikian juga sektor pertambangan di wilayah Dodo Rinti yang menjanjikan. Hanya saja, kondisi ini belum berjalan maksimal dan baru tahap eksplorasi saja.

Calon Bupati Sumbawa, H Jarot mengaku dirinya telah mengetahui potensi besar Lunyuk. Namun selama ini belum dikembangkan maksimal. Dia berjanji akan mengembangkan Lunyuk sebagai sentra ekonomi baru di Sumbawa.

“Saya sudah puluhan tahun bergelut di dunia pertambangan. Jadi tahu bagaimana mengembangkan sektor tersebut. Apalagi di lokasi Dodo Rinti yang sudah tiga kali dieksplorasi dan belum ada hasilnya, ini potensi luarbiasa ke depannya,” ujar H Jarot kepada warga saat blusukan ke Kecamatan Lunyuk, Jumat (13/11).

Karena itu, jika Jarot-Mokhlis memimpin Sumbawa, ia berjanji akan membangun dan mengembangkan potensi yang dimiliki Kecamatan Lunyuk secara optimal untuk mensejahterakan masyarakat. 

Dengan hadir dan berkembangnya pertambangan nantinya akan menjadikan Lunyuk sebagai salah satu daerah sentra pertumbuhan ekonomi baru di Sumbawa.

“Jika pertambangan berkembang geliat ekonomi di Lunyuk akan semakin meningkat, dan kesejahteraan masyarakat dapat dicapai,” katanya. 

Untuk menyambut hadirnya pertambangan dan industri pertanian, perlu adanya program peningkatan mental. Begitu juga dengan kapasitas dan skill anak-anak muda yang terampil sehingga siap bekerja di bidang apapun khususnya di sektor tambang.

Ia juga akan membangun fasilitas umum yang nantinya akan menunjang pertumbuhan pertambangan dan industri pertanian tersebut.

“Dua sektor yang harus kita kembangkan di sini yaitu industri pertanian dan pertambangan, sehingga kesejahteraan dapat tercapai,” katanya.

Budayawan Sumbawa yang telah makan asam garam di bidang seni dan budaya, Hasan Gunawan atau dikenal dengan nama Ace Lit Luar (60), menyambut baik sejumlah program yang diusung Jarot-Mokhlis. Ia mengaku sangat mengenal baik dengan sosok H Jarot yang ulet dan jujur dalam mengemban tanggung jawab.

Jika H Jarot memimpin Sumbawa maka ia yakin Lunyuk akan berkembang. Apalagi H Jarot adalah orang yang mempunyai akses di sektor pertambangan selama puluhan tahun. Ini yang membuatnya yakin bahwa pertambangan di Dodo Rinti dapat dikembangkan lebih besar.

Ia juga menyayangkan pemerintah selama ini tidak pernah membangun mental dan melestarikan budaya Sumbawa. Pemerintah dinilai hanya fokus pada pembangunan infrastruktur saja dan memperkaya oknum-oknum pemerintah secara pribadi.  

“Pemerintah selama ini tidak pernah mempedulikan budayawan dan seniman. Padahal budayawan inilah yang berjasa membangun Sumbawa sejak dahulu, melalui budaya masyarakat bisa hidup berdampingan dan menyatu,” kata Ace Lit Luar yang juga pernah menjadi Ketua Adat Tana Samawa (LATS) ini.

Ia yakin Jarot-Mokhlis akan menang telak di Kecamatan Lunyuk karena masyarakatnya kompak dalam lingkaran budaya. 

“Kalau kepala adatnya memilih A maka masyarakatnya juga akan memilih A, inilah salah satu kunci kemenangan Jarot-Mokhlis nantinya selain program yang ia bawa cukup menjanjikan tersedianya tenaga kerja untuk masyarakat di sini,” jelasnya.

Pada sektor pertanian, di Lunyuk ada sekitar 500 hektar lahan pertanian yang masih belum dibenahi dari sisi infrastruktur pengairan. Akibatnya warga masih kesulitan memaksimalkan hasilnya seperti di desa Mekar Sari. 

Namun, secara umum Lunyuk adalah wilayah yang subur. Di beberapa lokasi hasil pertanian dapat dipanen tiga kali dalam satu tahun.

“Ada sekitar 500 ha lahan pertanian yang masih membutuhkan saluran irigasi sehingga dapat memacu hasil produksi,” katanya.

Tokoh masyarakat Desa Mekar Sari, Samudra Abadi menilai Lunyuk lamban berkembang. Contoh saja jalan sepanjang 1 km di desa tersebut tidak kunjung diperbaiki atau diaspal sejak tahun 1988.

“Sejak Desa Mekar Sari ini dibentuk pada tahun 1988 atau 32 tahun lalu, jalan desa ini tidak pernah diaspal dan dibiarkan berdebu,” katanya.

Ia ingin ke depan Jarot-Mokhlis dengan kekuatan, pengalaman dan akses yang luas dapat membantu menuntaskan akses jalan tersebut. Terlebih jalan ini menjadi kebutuhan dasar masyarakat tersebut, serta infrastruktur pengairan yang dibutuhkan warga.

“Kami juga berharap kesempatan kerja bagi anak-anak kami di sini lebih besar," tandasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar