Jejak Terkini

Ikon Kota Paris Sedot Pengunjung

REPLIKASI: Kehadiran replikasi ikon Kota Paris, Menara Eiffel sanggup sedot pengunjung di lokasi wisata Dende Seruni.

SELONG
--Destinasi Dende Seruni belakangan ini semakin tersohor. Sejak dibangun replikasi menara Eiffel, lokasi yang dikenal dengan view instagramable itu semakin banyak pengunjung.

Sejak hadirnya ikon Kota Paris berbahan bambu dan berketinggian sekitar 50 meter itu santer menyedot pengunjung.

"Alhamdulillah semakin ramai pengunjung, terutama saat sore," kata Pengelola Dende Seruni, Imran Al-Isad, kepada JEJAK LOMBOK, Selasa (3/11).

Dia mengatakan, jika Paris mempunyai menara Eiffel, Dende Seruni memiliki menara ampel (bambu). Menara ini menjadi spot ikonik berswafoto para pengnjung.

Pembuatan menara itu, lanjut Imran, dibuat selama dua bulan selama pandemi ini. Di waktu itu pengunjung sedang sepi, lantaran tak boleh mengadakan kerumunan.

Selama dua bulan itu, terangnya, dimanfaatkannya untuk melakukan browsing, dan menemukan ide untuk membuat menara tersebut. Keberadaan spot selfie satu ini membuat lokasi wisata tersebut semakin digandrungi terutama oleh kaum muda.

"Setelah kita post di media sosial banyak yang berkunjung," ujarnya.

Untuk dapat berswafoto di dekat menara, pengunjung hanya perlu merogoh kantong Rp 3 ribu rupiah untuk menyewa perahu. Ini karena pengelola tak menyiapkan tangga untuk datang ke bangunan menara tersebut.

Selain menara ampel, di tempat itu pengunjung dapat menikmati sepeda air, selfie spot lainnya seperti balon udara, rumahan, dan lain sebagainya.

Lantaran banyaknya wahana itu, ujarnya, Seruni Mumbul menjadi desa percontohan pengelolaan wisata. Menurutnya, banyak pengelola wisata yang telah datang untuk studi banding.

Seperti wisata yang di Lobar, Loteng, bahkan yang terbaru dari luar daerah yakni dari Provinsi Batam akan melakukan studi banding ke tempat tersebut.

"Dari Batam sudah kontak, tapi karena saat ini sedang maraknya virus corona makanya tertunda. Mungkin 2021 nantinya akan ke sini," ucapnya.

Keberadaan wisata Dende Seruni cukup memabntu. Wisata yang dibangun dari dana desa itu kini sudah mampu memberikan 40 persen pendapatan ke pemerintah desa. 

Di lain sisi, dari hasil wisata itu juga diperuntukan untuk dana sosial. Yakni untuk membantu orang yang hendak berobat, anak yang putus sekolah, dan membelikan kain kafan bagi keluarga yang meninggal.

"Jadi selain kita memberikan ke desa ada juga untuk dana sosial, memantu masyarakat yang kurang mampu," tandasnya. (sy)

Posting Komentar

0 Komentar