Jejak Terkini

Atasi Sampah, Pemdes Meninting Beli Angkutan Sampah Desa

ANGKUTAN SAMPAH: Inilah angkutan sampah yang dibeli Pemdes Meninting.

GERUNG
--Desa Meninting Kecamatan Batulayar Lombok Barat sangat peduli dengan kebersihan lingkungan. ini karena desa ini ingin bebas dari masalah sampah.

"Karena itu, kami memutuskan untuk menganggarkan pembelian mobil sampah desa," ucap Kades Meninting, H Iskandar Zulkarnain, Kamis (12/11).

Pihaknya membeli angkutan sampah, jelasnya, lantaran tidak ingin mengandalkan angkutan dari dinas. Mengingat jika andalkan angkutan dinas tidak cukup untuk menangani sampah di desa tersebut.

"Dari dasar itu, kita Pemdes Meninting berinisiatif untuk pembelian mobil pengangkut sampah desa," katanya.

Sistem utama dari pembelian pengangkut sampah ini adalah pelayanan 100 persen kepada masyarakat. Dalam operasionalnya gratis tidak dipungut biaya apapun. 

Praktis sejak 6 bulan terakhir, warga Desa Meninting tidak lagi mengeluhkan kemana harus membuang sampah rumah tangga. Saat ini sudah ada mobil dinas angkutan sampah yang dibeli oleh Pemerintah Desa Meninting dari Dana Desa (DD).

"Ide membeli mobil sampah ini sebenarnya sudah kita ajukan sejak 2017 lalu. Namun karena terbentur aturan, maka pembelian belum bisa dilakukan. Nah, pada tahun 2020 ketika aturan membolehkan, barulah Pemdes Meninting langsung membeli mobil sampah desa," akunya.

Begitu mobil sudah dibeli, kata dia, sistem pelayanan langsung aksi untuk menggangkut sampah-sampah rumah tangga yang ada di dusun-dusun. Mobil sampah tersebut secara rutin tiap hari bergiliran berkeliling kampung mengambil sampah-sampah penduduk. 

"Dari 1.890 KK di Desa Meninting itu semua dilayani. Makanya masing-masing dusun dijatahkan sekali dalam seminggu untuk pengangkutan sampah," imbuhnya.

Kemudian kata dia, sampah-sampah tersebut sudah harus dimasukkan dalam karung dan diletakkan pada tempat yang sudah ditentukan oleh kepala dusun. Setelah itu, mobil sampah mengangkutnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok.

"Dalam sehari mobil sampah desa ini maksimal akan mengangkut sampah dusun 2 kali rit menuju TPA Kebon Kongok. Itu kalau sampahnya banyak. Tetapi kalau sampahnya sedikit bisa sekali angkut," tuturnya.

Dia menjelaskan, harga pikup jenis carry ini sekitar Rp 150 juta. Sememtara biaya operasional bulanannya sekitar Rp 2 juta dengan rincian, Rp 700 ribu untuk bensin, dan Rp 1,3 juta untuk honor sopir dan kernet. Sopir mendapat Rp 500 ribu, dan kernet dua orang masing-masing dapat Rp 400 ribu.

Cara seperti ini sebenarnya bisa ditiru oleh desa-desa lain yang ada di Lombok Barat. Jika dipresentasekan dengan anggaran desa yang berjumlah sekitar Rp 1,5 miliar, maka jumlah operasional Rp 2 juta per bulan atau Rp 24 juta per tahun sangatlah kecil. 

"Ya sekitar 1,5 persen dari Dana Desa (DD). Dengan cara ini kita bisa mengurangi ketergantungan pada Dinas Lingkungan Hidup yang memang terbatas armada untuk mengangkut sampah," sebutnya. 

Dia berharap, dengan disediakan mobil pengangkut sampah dari desa ini, masyarakat membantu sekali dengan mengumpulkan sampah rumah tangganya  selama satu minggu. Setelah itu, sampah ditaruh di titik lokasi yang ditentukan. 

"Dan sampah yang terbuang itu, sampah yang tidak bisa didaur ulang. Kemudian sampah yang bisa kita daur ulang untuk diolah dan tidak dibuang, sehingga volume sampah tidak besar," tutupnya. (and)

Posting Komentar

0 Komentar