Ternyata Mayat di Sungai Jangkuk Itu Samsul Irawan

HEBOH: Warga Lingkungan Pelita, Dasan Agung dihebohkan penemuan mayat Samsul Irawan yang tersangkut di keramba.

GERUNG
--Ingat Samsul Irawan, pelajar yang terseret arus sungai di wisata Air Terjuan Tibu Atas, Dusun Batu Asak, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Lombok Barat? Sosok pelajar asal Praya Lombok Tengah itu sudah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Ihwal penemuan itu ketika warga Lingkungan Pelita Kelurahan Dasan Agung Baru Kecamatan Selaparang Kota Mataram digegerkan penemuan sosok mayat di pagi buta. Mayat Samsul Irawan ditemukan tersangkut di keramba milik warga setempat.

Basarnas Mataram yang menerima laporan tersebut dari warga setempat langsung memberangkatkan personilnya ke lokasi. Personil yang diterjunkan langsung melakukan evakuasi.

“Pukul 06.30 WITA kami menerima laporan penemuan jenazah di Kali Jangkuk dari salah seorang warga atas nama Bapak Awal yang berada di lokasi," ungkap Kepala Basarnas Mataram, Nanang Sigit PH kepada JEJAK LOMBOK, Kamis (29/10).

Mendengar laporan itu, pihaknya langsung mengarahkan personil melakukan pencarian. Selama proses pencarian, awak ya g diterjunkan meyisir aliran Sungai Tibu Atas sampai dengan Kali Jangkuk di wilayah Mataram dan Ampenan.

Setelah ecakuasi berjalan, mayat Samsul Irawan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Berikutnya, petugas mengabari pihak keluarga terkait penemuan mayat tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak keluarga menyatakan jenazah tersebut merupakan anggota keluarganya atas nama Samsul Irawan, 17 tahun. Pelajar ini berasal dari Desa Bunut Baok Praya Lombok Tengah. 

"Korban ditemukan sekitar 15,5 km dari lokasi kejadian,” ungkap Nanang.

Sebelumnya kata dia, pada hari pertama pencarian, sekitar pukul 17.15 Wita, Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban di pinggir sungai. Penemuan itu sekitar 500 meter dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia atas nama Lalu Imam Baihaqi yang juga berasal dari Praya Lombok Tengah dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga.

“Dengan telah ditemukannya seluruh korban yang berjumlah dua orang tersebut, operasi SAR dinyatakan ditutup," imbuhnya.

Dia menceritakan, pada Selasa (27/10), Kejadian bermula ketika peserta didik dari Pondok Pesantren Attamimy, Kampung Brangsak, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, berwisata ke Air Terjun Tibu Atas.

Dari 33 orang anggota rombongan (termasuk sopir dan anaknya), dua orang di antaranya berenang di aliran sungai air terjun dan tiba-tiba mereka terseret arus. Temannya yang melihat kejadian tersebut hendak memberikan pertolongan. Namun justru dua santri yang hendak menolong, yakni Lalu Imam Baihaqi, dan Samsul Irawan ikut terseret arus dan akhirnya tenggelam. 

Sedangkan satu orang lainnya berhasil menyelamatkan diri. Begitu juga dengan dua orang santri yang hendak ditolong berhasil selamat. Ketiga santri yang berhasil selamat langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan. 

Basarnas Mataram juga mengingatkan kepada warga akan pentingnya faktor keselamatan dan mewaspadai potensi bencana di lokasi wisata.

“Kami meminta kepada warga untuk lebih berhati-hati dan mengutamakan faktor keselamatan saat bepergian di obyek wisata yang rentan akan bencana akibat pengaruh cuaca hujan seperti saat ini," tutupnya. (and)

Posting Komentar

0 Komentar