Jejak Terkini

Senggigi Sound Sensation Bertransformasi Lebih Lokalitas

PAMUNGKAS: Gelaran SSS di kawasan Senggigi sudah masuki sesi pamungkas, yakni sesi keempat.

GERUNG
--Gelaran Senggigi Sound Sensation (SSS) sudah memasuki sesi keempat. Sesi terakhir diformat live streaming yang fokus pada perpaduan beberapa kesenian tari lokal. Event ini juga akan bertransformasi dengan lebih mengedepankan pendekatan seni budaya lokal.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar), H. Saepul Ahkam sesaat sebelum kick off SSS4 di Basilico Rest Kila Senggigi Beach Lombok, Minggu sore (11/10).

"Kita akan melakukan perubahan-perubahan dengan lebih mengedepankan pendekatan seni budaya lokal kita untuk menjadi materi promosi dari hastag besar kita #AyoKembaliKeSenggigi yang sekaligus kita harapkan menjadi citra besar kita untuk promosi pariwisata Kabupaten Lombok Barat," ujarnya.

Walaupun venue sempat diguyur hujan, namun syahdunya lantunan lagu "Biru Senggigi" dari Ary Juliyant seperti mampu menghangatkan suasana di tengah cuaca basah pesisir Senggigi. 

Selain Ary Juliyant, SSS4 juga menampilkan Home Band dari Kila Senggigi Beach Lombok yakni David n Friends. Namun, salah satu yang spesial dari SSS kali ini adalah penampilan Tari Peresean dari Sanggar Budaya Lombok besutan Muhaemi, seniman lokal asal Sesela Gunungsari Lombok Barat. 

Bagi Emi sapaan akrabnya, event seperti ini sangat membantu dalam mengkampanyekan keadaan Lobar saat ini. 

"Tentu bagus sekali, selain untuk mengkampanyekan keadaan daerah kita yang sudah aman untuk dikunjungi, dengan live streaming seperti ini juga bisa mempromosikan budaya-budaya kita seperti persean dan hasil tenun lokal ini," tuturnya. 

Selain tari peresean, SSS4 juga menghadirkan parade busana tenun lokal dari butik lokal Lobar Bale Inges. Busana-busana tersebut diperagakan oleh staf Dispar Lobar. 

Terkait penampilan dua budaya lokal tersebut, Akhkam menyebutnya sebagai transisi menuju format  selanjutnya. 

"Memang ini kita tampilkan, karena event ini nantinya akan menuju ke sana, yakni menampilkan sekaligus mempromosikan kebudayaan lokal melalui live streaming," ungkap bapak 5 anak ini.

Di akhir kesempatan, Akhkam kemudian menyampaikan rasa terimakasih atas semua pihak yang mendukung event SSS ini sedari awal. 

"Dalam perjalanannya selama empat episode ini luar biasa dukungan-dukungan yang sudah diberikan oleh Polres Lobar dan Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH). Untuk itu kami juga atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat, Dinas Pariwisata Lombok Barat mengucapkan terimakasih kepada seluruh sponsor yang telah memberikan kontribusinya kepada Senggigi Sound Sensation dalam rangka menggaungkan terus #AyoKembaliKeSenggigi," ungkapnya.

Terimakasih juga ia sampaikan kepada semua pihak akomodasi yang telah mendukung terlaksananya SSS4 ini. Baginya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara pemerintah dan pelaku wisata yang harus dijaga dalam memajukan pariwisata Lobar. 

"Dalam kesempatan ini juga saya ingin menyampaikan terimakasih khusus kepada Montana Premier Senggigi, Kila Senggigi Beach Lombok, Aruna Senggigi Resort and Conventions, The Jayakarta Resort and Spa Lombok, Holliday Resort Lombok, Pusat Oleh-oleh Pradje, New Surya Pub and Karaoke, Metrozone Lombok, The Paragon, Bale Inges, serta kepada technical partner kita dalam hal ini Q-Line dan Raptcha event," sebut Akhkam.

Tak luput juga ia mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh talent yang terlibat didalam kegiatan Senggigi Sound Sensation. Baik home band yang berasal dari seluruh cafe yang terlibat maupun hotel.

Begitu juga kepada para DJ dan para model yang juga terlibat didalam acara ini. Tidak kalah juga besarnya terimakasih kami dari Dinas Pariwisata kepada seluruh komunitas Senggigi dan juga masyarakat Senggigi yang telah ikut me-relay seluruh kegiatan Senggigi Sound Sensation sehingga bisa mendapatkan viewer lebih dari 1000 disetiap serinya," lanjutnya.

Akhkam berharap kedepan jalinan kerjasama tetap solid terjalin di dalam format promosi dengan lebih mengedepankan pendekatan protokol Covid-19 dengan live streaming dan juga mengisinya dengan konten-konten adat istiadat, tradisi, budaya, dan seni yang berkembang di Kabupaten Lombok Barat.

Di tempat yang sama General Manager Kila Senggigi Beach Lombok Bambang Suponco menyampaikan sedikit tanggapan mengenai keadaan pariwisata di masa pandemi sekarang ini, khususnya di kawasan Senggigi. 

"Memang sekarang pariwisata sudah mulai menggeliat tapi memang pasarnya masih untuk yang lokal. Jadi domestik masih belum karena situasi Covid-19 ini yang belum 100 persen pulih," tutur Bambang.

Ia juga menyampaikan harapannya terkait efek positif yang nantinya bisa dicapai setelah adanya SSS ini. 

"Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali, jadi kita memperkenalkan kepada masyarakat yang ada di Mataram dan  Lombok Barat khususnya biar lebih tahu lagi bagaimana hotel, yang sebelumnya mereka awam artinya meskipun mereka sudah tahu tapi belum stay di hotel-hotel disekitar Senggigi ini. Tapi sekarang mereka sudah mulai stay di hotel-hotel yang ada disekitar Senggigi ini," tandasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar