Jejak Terkini

Pemandangan Langka, Sejumlah Burung Eropa Bermigrasi ke Lombok

LANGKA: Sejumlah burung jenis Oriental Plover menjadi pemandangan langka di sekitar Bendungan Batujai.

MATARAM
--Musim kemarau tahun ini menyajikan sebuah kejutan bagi warga Lombok. Salah satunya yakni fenomena migrasi sejumlah spesies burung Eropa dan Australia mendarat di sekitar Bendungan Batujai, Lombok Tengah.

Minggu kemarin (11/10), misalnya. Pemandangan ganjil dan tak biasa disajikan di kawasan bendungan tersebut.

Hasil dokumentasi foto sekelompok mahasiswa dari Bird Study Club (BSC) Kecial Universitas Mataram mengabadikan beberapa ekor "burung asing" tersebut. Berbekal teropong dan lensa fotografi, komunitas ini mendokumentasikan aktivitas burung-burung tersebut.

Menariknya, burung-burung itu tidak saja dalam koloni, tapi ada juga yang sendiri. Diduga, sejumlah spesies burung ini berasal dari belahan bumi Utara.

Oriental Plover

"Sebenarnya ini sudah menjadi kejadian biasa. Setiap kali memasuki musim beku di bumi Utara, burung-burung ini cenderung bergerak ke selatan yang lebih hangat," ungkap Ketua BSC Kecial Unram, Habibi, Senin (12/10) kepada JEJAK LOMBOK.

BSC Kecial sendiri merupakan kelompok belajar khusus ornitologi program studi biologi. Terpantaunya sejumlah burung asing di bendungan tersebut tidak lepas dari aktivitas rutin yang dilakukan komunitas ini. Nyaris setiap akhir pekan para mahasiswa ini menggelar observasi dan penelitian di kawasan bendungan tersebut.

Kata Habibi, setiap akhir pekan bersama anggota komunitasnya, ia biasa meluangkan waktu di bendungan tersebut. Aktivitas mereka biasanya mengamati segala jenis populasi makhluk hidup berupa flora dan fauna yang ada di bendungan tersebut.

Beberapa jenis burung yang mampu didokumentasikan terutama dari jenis burung air (shorebird). Burung-burung air yang teramati saat itu yakni Gagang Bayam Timur, Kedidi Golgol, Kedidi Jari Panjang, Kedidi Ekor Tajam.

White Headed Stilt

Jenis lainnya yakni Kedidi Leher Cerah, Cerek Kalung Kecil, Cerek Asia, Trinil Pantai, Trinil Semak, dan Dara Laut Kecil.

Tidak hanya spesies burung air, burung pemangsa (raptor) juga tak luput dari pengamatan mereka. 

Sementara burung-burung yang disinyalir dari belahan bumi utara diantaranya yakni, White Headed Stilt, Oriental Plover dan Stiltia Isabella. Kontan saja hasil dokumentasi para mahasiswa pencinta lingkungan ini menjadi pemandangan langka.

White Headed Stilt misalnya, jenis burung yang satu ini berhasil didokumentasikan dalam kondisi berkelompok (koloni kecil). Sementara Oriental Plover dan Stiltia Isabella didokumentasikan dalam keadaan sendiri.

Anggota BSC Kecial Unram, Isnaini menimpali, fenomena migrasi burung asing ini rutin terjadi. Pergerakan mereka ke belahan bumi selatan dipicu karena di Utara sedang membeku. Akibatnya, pasokan makanan burung-burung itu menjadi terbatas.

Stiltia Isabella

Agar tetap bisa bertahan hidup, jelasnya, secara naluriah burung-burung ini lantas bergerak ke selatan. Pergerakan migrasi ini melintasi tempat-tempat di bagian sekarang yang persediaan makanannya lebih banyak.

"Salah satu tempat yang rutin disinggahi ya di Lombok, di Bendungan Batujai ini," ucapnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar