728x90

ad

Sampah Prioritas Utama Penataan Pariwisata Lobar

PEDULI: Persoalan sampah menjadi atensi para pelaku pariwisata di kawasan Senggigi.

GERUNG
--Silaturrahmi para pelaku pariwisata di Lombok Barat membahas sengkarut persoalan sampah di destinasi pariwisata. Kegiatan yang berlangsung di Puri Mas Restaurant Kecamatan Batulayar itu dihadiri Bupati setempat, H. Fauzan Khalid, Kamis (24/9).

Owner Montana Premiere Hotel, Jonathan Rahabok mengatakan, persoalan sampah di daerah ini tidak bisa dianggap enteng. Respon terhadap kebersihan lingkungan, terutama kawasan pariwisata harus menjadi perhatian semua pihak.

Ancaman bahaya sampah tidak saja dirasakan lingkungan. Namun kerusakan lingkungan juga menjadi momok bagi kelangsungan hidup umat manusia.

Sadar tentang bahaya tersebut, prianyang karib disapa A Yen ini mengusulkan penanganan sampah secara simultan. Sampah tidak selalu harus dianggap sebagai limbah, tapi juga bisa menjadi berkah.

"Bagaimana kalau di Lombok Barat ini dibuat pengolahan sampah, yang mana akan bisa diolah menjadi uang," ujarnya.

Pengolahan sampah yang dihajatkan itu, terutama untuk daur ulang (recycle). Dimana sampah yang telah didaur ulang dipastikan bisa mendatangkan nilai ekonomis.

Sampah yang telah didaur ulang sebutnya, bisa mendatangkan pembeli. Lewat pola penanganan daur ulang ini dipastikan masyarakat sekitar juga bisa diberdayakan.

Terhadap persoalan sampah ini, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid membeberkan pangkal mulanya. Sampah disebutnya bersumber dari masyarakat.

Di Gili Gede, Sekotong misalnya. Sampah yang ditimbulkan dari rumah tangga kemudian hanyut ke sungai. Sampah-sampah ini kemudian bermuara di laut.

Agar persoalan sampah bisa teratasi, lanjutnya, sangat penting memberi edukasi dan penyadaran terkait masalah sampah. Lewat edukasi tersebut, hendaknya masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarang.

Fauzan lantas mengapresiasi Dinas Parawisata Lihat yang rutin menginisiasi gotong royong membersihkan pantai. Kegiatan tersebut bertujuan tidak hanya untuk kebersihan jalan dan pantai.

"Sebenarnya kita juga ingin tularkan itu kepada masyarakat, untuk menggugah kesadarannya, bahwa membuang sampah ke sungai itu akan menimbulkan bahaya, tapi ini perlu gerakan yang lebih besar lagi," ujar Fauzan.

Gerakan aksi bersih-bersih yang dilakukan Dispar Lobar selama ini, terangnya, dipastikan menular ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pekan depan, aksi serupa akan dilakukan pula oleh Dinas Pertanian dengan melibatkan kelompok tani di semua kecamatan.

Menanggapi A Yen, Fauzan menyampaikan informasi tentang pembangunan tempat pengolahan sampah yang akan dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang.

"Ini khusus untuk kecamatan Batulayar, tahun 2021 tempat pengolahan sampah akan kami bangunkan di daerah Desa Senteluk. di kecamatan lain basis pendekatan kita itu desa, itu istilahnya 3R, Recycle, Reduce, Reuse," ungkapnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar