Jejak Terkini

Pujut Sebagai Percontohan Budidaya 1000 Ekor Sapi

WAWANCARA: Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Lombok Temgah, Lalu Iskandar saat diwawancara wartawan.

PRAYA
--Kementerian Pertanian melalui Dirjen Perternakan menunjuk wilayah Pujut sebagai lokasi budidaya ternak seribu ekor sapi.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Iskandar menjelaskan, terpilihnya wilayah Pujut sebagai lokasi budidaya ternak sapi tidak sembarangan. Namun telah melalui proses kajian yang dilakukan oleh kementrian terkait dan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Malang. 

"Penunjukannya bukan sembarangan untuk mensukseskan pilar project ini," kata Lalu Iskandar, Rabu (23/9).

Dia membeberkan, sebernarnya bukan hanya wilayah Pujut yang diajukan oleh Pemkab. Melainkan ada tujuh wilayah lainnya. Hanya saja, ia tak menyebutkan secara detail wilayah mana saja yang telah diusulkan. 

Namun setelah pihak kementerian melalui Dirjen Peternakan turun melihat langsung, wilayah itulah yang dianggap paling layak. Lantaran di lokasi tersebut dianggap memenuhi pakan ternak tersebut. Di lain sisi, kecamatan tersebut juga merupakan binaan Universitas Mataram yang bekerjasama dengan pemerintah Australia. 

Salah satu persyaratan untuk dijadikan kawasan percontohan yakni harus memenuhi hijauan sebagai makanan ternak. Sebab, sapi yang hendak dibudidaya tersebut merupakan barang impor yang datang dari Australia, jenis Brahman Cross (sapi BX, red).

Jenis sapi ini  disebutnya sangat lahap dalam makan. Satu ekornya bisa mencapai 50 kilo gram per hari. 

"Kalau dihitung sehari akan menghabiskan banyak, coba saja 50 kg dikalikan seribu ekor per hari," selorohnya.

Selanjutnya, sapi ini juga merupakan jenis yang dapat hidup dicahaya yang ekstrem. Lantaran itu, varietas sapi yang satu ini tak bisa dibudidayakan di bumi Tastura bagian utara. Yang secara penyediaan makanan hijau lebih banyak dibandingkan selatan. 

Jadi, ujarnya, selain pertimbangan ketersediaan pakan, juga kondisi geografis wilayah itu. 

"Brahman Cross ini tidak bisa tahan cuaca dingin, senangnya hidup diwilayah ekstrem," uajr Lalu Iskandar.

Terpisah, salah seorang tokoh Pemuda Pujut, Muhammad Sadli, menyambut baik prorgam budidaya tersebut. Terlebih wilayah tersebut menjadi lokasi yang pertama kali ditunjuk langsung oleh kementerian. 

"Ini baik untuk kemajuan wilayah kami," ucapnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar