728x90

ad

Kembangkan Atraksi Wisata Baru, ITDC Siapkan Bukit Pink Mandalika

PINK HILL: Ini merupakan salah satu sudut pemandangan di Link Hill kawasan The Mandalika yang digarap ITDC.

JAKARTA
--Di tengah kondisi pandemi, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), terus melakukan pengembangan kawasan destinasi pariwisata yang dikelolanya. Salah satu proyek pengembangan yang tengah dilaksanakan di The Mandalika adalah proyek Pink Mandalika.

Proyek Pink Mandalika adalah proyek penanaman bunga bougainville berwarna pink. Bunga ini ditanam di tujuh bukit di seputar area Jalan Khusus Kawasan (JKK).

Total luas lahan yang akan ditanami mencapai 26,5 ha. Jumlah bibit yang akan ditanam mencapai 500 ribu dalam 3 tahun mendatang. 

Sejak Mei 2020 lalu, ITDC tengah melakukan penanaman tahap I di satu bukit seluas ±4 ha. Saat ini telah ditanam sebanyak kurang lebih 16.200 bibit bouganville pink/ungu dari target penanaman bibit sebanyak 40 ribu bibit pada tahun 2020 di bukit tersebut. 

Pemilihan bunga bouganville untuk ditanam di bukit ini karena ketahanannya terhadap panas. Jenis bunga ini diamggap sesuai dengan iklim Indonesia yakni iklim tropis, kondisi iklim mikro (area pesisir), daerah yang kurang air, dan mudah berkembang biak.

Selain penanaman bibit, saat ini telah dilaksanakan pula pekerjaan infrastruktur penunjang Pink Mandalika. Infrastruktur tersebut yaitu penyiapan sumur, jaringan irigasi area, penyiapan lubang tanam dan pupuk komposting serta jalan akses untuk pemeliharaan. Proyek tahap I ini sendiri ditargetkan akan selesai pada Desember 2020.

Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan mengatakan, proyek dengan tema Pink Hill ini merupakan proyek atraksi wisata. Di dalam proyek ini menggabungkan konsep wisata bunga atau wisata alam dengan program konservasi lingkungan. 

Pink Hill yang terletak di sekitar JKK ini akan menjadi obyek wisata baru yang dapat dinikmati oleh wisatawan saat berkunjung ke The Mandalika. Obyek wisata ini sekaligus menjadi pemandangan yang menarik saat berlangsungnya event balap motor di The Mandalika.

Proyek ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Provinsi NTB dalam menyalurkan pupuk komposting dan bibit bunga.  Selain itu, proyek dilaksanakan dalam bentuk program padat karya dengan melibatkan masyarakat sekitar yang berasal dari desa penyangga The Mandalika khususnya masyarakat yang terdampak Covid-19.  

Saat ini, telah terserap sejumlah kurang lebih 15 orang warga lokal yang berasal dari Desa Sukadana, Lombok Tengah. Dimana mereka dilibatkan untuk bekerja sebagai gardener, perawat panaman dan operasional taman.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh kementerian dan lembaga terkait dalam pembangunan Pink Hill. Sampai saat ini proses penanaman berjalan dengan lancar, dan kami yakin dapat menyelesaikan pembangunan tahap pertama pada akhir tahun ini,” tambah Ngurah Wirawan.

Selain Proyek Pink Mandalika, ada sejumlah proyek aktif lain dalam kawasan yang juga dilaksanakan dengan melibatkan warga sekitar The Mandalika. Antara lain yakni proyek pembangunan pengendali banjir yang dilaksanakan bekerjasama dengan instansi PU Balai Wilayah Sungai.

Untuk pekerjaan ini terserap tenaga kerja lokal mencapai 34 orang. Proyek pembangunan jalan akses Gerupuk menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 80-90 orang, dan proyek JKK diperkirakan menyerap tenaga kerja lokal (langsung dan tidak langsung saat proyek masih berjalan) sebanyak kurang lebih 3 ribu orang.

“Kami sebagai BUMN pengembang destinasi pariwisata, berkomitmen terus menjalankan tugas dalam mengembangkan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) The Mandalika seperti yang telah diamanahkan pemerintah kepada kami. Pelibatan masyarakat sekitar The Mandalika untuk menjadi subyek dalam pengembangan destinasi wisata ini merupakan salah satu fokus perhatian kami sehingga semakin banyak masyarakat khususnya warga NTB dan Lombok Tengah yang merasakan manfaat sosial ekonomi dari keberadaan ITDC dan The Mandalika,” tutup Ngurah Wirawan. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar