Jejak Terkini

Hari Bersih Dunia Terabas Batas Perbedaan

CLEANUP: Para peserta World Cleanup Day (WCD) ikut aksi bersih-bersih di Pantai Cemare Lombok Barat.

GERUNG
--Sekat perbedaan bukan menjadi alasan untuk tidak menciptakan takdir sosial di bumi yang lebih baik. Kelangsungan hidup umat manusia tidak dipikul segolongan tertentu dari manusia.

Nuansa itulah yang menyeruak dalam peringatan World Cleanup Day (WCD) atau Hari Bersih-bersih Dunia di Lombok Barat, Sabtu (19/9). Semua elemen masyarakat di daerah ini tumpah ruah memperingati hari tersebut.

Pagi tadi misalnya. Ratusan orang dari berbagai latar belakang, mulai dari kelompok peduli lingkungan, kelompok pekerja, pemerintah desa, Pramuka,  jajaran perangkat daerah Pemkab Lombok Barat (Lobar), dan masyarakat umum serempak melakukan aksi bersih-bersih. Kegiatan tersebut dilaksanakan di puluhan titik kawasan wisata yang ada di daerah itu.

World Cleanup Day (WCD) sendiri adalah aksi bersih-bersih yang dilaksanakan dalam satu hari secara serentak di seluruh dunia. Tujuan menyatukan umat manusia dari berbagai budaya, agama, suku, dan ras untuk membersihkan dunia dari permasalahan sampah.

Selain itu, tujuannya untuk meningkatkan kepedulian dan memupuk nilai cinta kasih terhadap masa depan bumi.

Salah satu lokasi aksi bersih-bersih, yakni Pantai Cemare yang berada di Kecamatan Lembar Selatan. Sejak pukul 07.30 Wita ratusan peserta aksi bersih-bersih sudah mulai beraksi mulai dari jembatan hingga area pantai. 

Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid yang langsung turun meninjau kegiatan ini menyampaikan rasa syukurnya. Lontaran itu disampaikan karena mampu melibatkan semua kalangan masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup secara formal mengambil tempat di Pantai Cemare. Kita melihat hampir ribuan yang turun dari semua OPD. Pihak kecamatan, desa, bahkan masyarakat beramai-ramai ikut melakukan pembersihan terhadap Pantai Cemare," ucapnya. 

Terhadap kegiatan bersih-bersih tersebut, dipastikan tidak bisa tuntas dalam sehari. Karena itu, kegiatan ini dipastikan terus berlanjut.

"Kita tadi sudah diskusi dengan Dinas Pariwisata dan Pak Kades, Insyaallah minggu depan akan dilanjutkan," imbuhnya.

Kepala Dinas Pariwisata Lobar, H. Saepul Akhkam yang menjadi salah satu inisiator dipilihnya Pantai Cemare sebagai lokasi kegiatan menyampaikan pentingnya menggalakkan kebersihan di salah satu ekowisata terpopuler di Lobar ini. 

"Sampah, terutama sampah plastik adalah musuh pariwisata. Dengan WCD ini kita mengedukasi warga Cemare agar mereka tidak lagi membuang sampah sembarangan," ujarnya.

Edukasi di Cemare, kata Akhkam, telah dimulai beberapa hari yang lalu dengan kegiatan revitalisasi bumi. 

"WCD ini diawali dengan revit bumi minggu lalu. Kita peringati dengan gotong royong besar-besaran di semua tempat. Di Senggigi ada banyak komunitas yang turun. Di Sekotong, di Narmada, dan lainnya. Kita di Pemda memilih di Cemare ini. Dengan hasil hari ini, sepertinya kita akan rajin turun mendampingi masyarakat Cemare," imbuhnya.

Sakdiah, salah satu pedagang di Pantai Cemare juga merasakan imbas positif dari kegiatan hari ini. Selain mendapat hasil positif dari segi kebersihan, ia juga mengaku pendapatannya hari ini lebih banyak.

"Alhamdulillah pagi ini lebih ramai dari biasanya, tadi pagi tiba-tiba banyak polisi dan petugas lainnya datang ngopi sebelum mulai bersih-bersih," ungkapnya. 

Ia kemudian berharap Pantai Cemare bisa kembali menjadi tujuan wisata masyarakat, tidak hanya di hari-hari besar saja. 

"Sekarang sudah mulai ramai lah. Mudah-mudahan bisa tetap ramai tiap harinya, gak hanya di hari tertentu atau hari besar saja," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lembar Selatan, H Deny Basuki juga mensyukuri sekaligus mengapresiasi kegiatan WCD yang difokuskan di Pantai Cemare ini.

"Tentunya kegiatan ini sangat bermanfaat sekali, kita lihat tadi semua OPD terlibat, kemudian dari masyarakat kami juga, dari desa, dari Kecamatan ikut terlibat. Memang sih tidak bisa selesai dalam satu hari, paling tidak ini sebagai stimulus untuk kedepannya," ucapnya.

Di kesempatan yang sama kades ini juga sempat menggabarkan perkembangan ekowisata Pantai Cemare. 

Disampaikannya jika pantai ini terbagi menjadi tiga bagian. Yang pertama adalah pantai bagian utara dengan ombaknya yang besar dan menjadi lokasi para wisatawan mancanegara. Yang kedua adalah bagian tengah yang ia deskripasikan sebagai pusat kuliner dan sejak beberapa bulan ini mengalami perkembangan jumlah pedagang di kawasan tersebut. Dan yang terakhir adalah bagian selatan.

"Bagian selatan dengan ombaknya yang kecil cocok untuk yang bersama keluarga dan diujung pantai cemare juga ada "makam keramat" yang sudah terkenal sejak dahulu," pungkasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar