728x90

ad

Dinsos NTB Perkuat Restorasi Sosial

RESTORASI: Dinsos NTB memghelar kegiatan penguatan restorasi sosial untuk kesejahteraan dan kemakmuran warga NTB.

MATARAM
--Semangat dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia harus tetap dinyalakan agar arah pembangunan sesuai dengan cita-cita nasional.

"Kita bersama-sama anak bangsa ini harus membangkitkan semangat keperintisan, kejuangan, kepahlawanan dan kesetiakawanan untuk mengisi Kemerdekaan ini," kata Kepala Dinas Sosial NTB, H. Ahsanul Khalik di hadapan 60 orang penyuluh sosial, Karang Taruna dan Guru Sejarah serta para Potensi dan sumber kesejahteraan Sosial lainnya pada acara Perkuatan Restorasi Sosial di Lombok Barat, Selasa kemarin (22/9).

Restorasi sosial secara konseptual, lanjutnya, merupakan upaya memulihkan kembali kondisi sosial masyarakat. Ini karena melemahnya nilai-nilai luhur kepribadian bangsa.

Pihaknya berharap dengan melakukan penguatan restorasi sosial, masyarakat bisa kembali pada kondisi ideal seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa. Kondisi ideal itu seperti tumbuh kembali semangat kegotongroyongan, kebersamaan dan memiliki tujuan yang sama untuk menyukseskan pembangunan menuju kesejahteraan masyarakat.

Baginya, semangat yang dimiliki generasi pendahulu perlu terus dihidupkan. Baik semangat dari sisi kepahlawanan, sisi agama, budaya dan pemahaman terhadap sejarah masa lalu. Dengan memahami dan meneladani semangat tersebut, generasi saat ini bisa menentukan arah yang akan dicapai dalam mengisi kemerdekaan.

Melalui kegiatan ini para peserta diharapkan akan memiliki pemahaman dalam menyampaikan nilai-nilai kejuangan, keperintisan dan kepahlawanan. Bagitu juga dengan nilai kesetiakawanan bagi generasi penerus utamanya anak-anak muda.

"Sehingga tidak bersikap pragmatis dalam memandang dan memahami setiap permasalahan bangsa," tegasnya.

Sementara itu Guru Besar Sejarah Universitas Islam Mataram Prof. Dr. H. Jamaludin dengan materi peran sejarah perjuangan bangsa dalam membangun karakter generasi muda, banyak menyoroti bagaimana pentingnya sejarah bangsa ini. Sejarah tersebut dijadikan pijakan oleh semua pihak dalam mengelola dan mengarahkan pembangunan bangsa sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. 

Prof. Jamaludin juga banyak mengungkapkan bagaimana kitab-kitab lama pada masa kerajaan Majapahit, Sriwijaya ataupun kerajaan Selaparang. Di dalam kitab itu banyak memberikan pelajaran dan bagaimana sikap dalam kehidupan yang mengatur pemerintahan dan masyarakat secara luas.

Semua nilai-nilai baik yang diajarkan dalam sejarah masa lalu disebutnya kembali pada kepentingan kesejahteraan masyarakat yang bertumpu pada kekuatan keyakinan kepada Sang Maha Pencipta.

Lebih lanjut Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos NTB, Hamzanwadi menambahkan, kegiatan penguatan restorasi sosial digelar sesuai amanah Permesos Nomor 22 Tahun 2017 tentang Restorasi Sosial. Kegiatan ini sekaligus merupakan implementasi dari Nawacita butir 8 dan 9. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar