Jejak Terkini

Rinjani Dibuka, Hanya Jalur Torean Ditutup

JUMPA PERS: BTNGR dan Dispar NTB menggelar konferensi pers terkait pembukaan pendakian Gunung Rinjani.

MATARAM--Kabar yang ditunggu-tunggu para pendaki akhirnya tiba. Pendakian Gunung Rinjani, Lombok NTB, sudah resmi bisa dibuka lagi.

Ini mengemuka dalam konferensi pers yang diselenggarakan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) dan Dinas Pariwisata NTB. Konferensi pers terselenggara, Selasa (18/8).

Kepala Dinas Pariwisata NTB, LM Faozal mengatakan, reaktivasi pendakian Gunung Rinjani dimulai 22 Agustus mendatang. Reaktivasi secara seremoni akan diselenggarakan di pintu masuk pendakian jalur Senaru, Lombok Utara.

"Semoga bisa dihadiri gubernur. Sejauh ini kita masih sedang berkoordinasi," ucapnya.

Dibukanya pendakian Rinjani ini disebutnya setelah melalui proses evaluasi yang panjang selama masa pandemi. Selain itu, wisata pendakian Gunung Rinjani juga sudah mengantongi sertifikat Clean, Health, Safety and Enviroment (CHSE) dari Pemprov NTB.

Faozal menegaskan, sebelum ditetapkannya reaktivasi pendakian ini, pihaknya bersama TNGR telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti BTNGR. Langkah ini diambil terkait kesiapan rekativasi itu sendiri.

Dengan dibukanya jalur pendakian Rinjani, lanjutnya, diyakini menjadi mesin penentu roda pariwisata NTB. Ini karena dengan dibukan pendakian Rinjani dengan sendirinya menggerakkan destinasi pariwisata yang kian untuk hidup kembali.

Untuk tahap awal, bebernya, pendakian difokuskan dengan menyasar wisatawan domestik. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan pula menyasar wisatawan mancanegara.

"Karena saat ini sudah ada penerbangan lintas negara antara Malaysia dan Indonesia yang langsung ke Lombok," ujarnya.

Sementara itu Kepala BTNGR, Dedy Asriadi mengatakan, Gunung Rinjani merupakan booster ekonomi NTB. Dengan dibukanya pendakian tidak saja menggerakkan ekonomi, tapi juga menggeliatkan sektor pariwisata yang lain.

"Selain membuka pendakian Rinjani, kita juga membuka 8 wisata non pendakian yang telah dibuka sebelumnya," ucapnya.

Bersamaan dengan 8 wisata non pendakian itu, ada 5 tambahan destinasi non pendakian yang juga dibuka. Kelimanya yakni, Tereng Wilis, Tongkok Adeng, Bukit Gedong, Bukit Malang serta Beleng-beleng. Kelima destinasi non pendakian yang baru ini berada di Lombok Timur.

Untuk 8 destinasi wisata non pendakian yang lama, jelasnya, kuota kunjungan dari 30 persen ditingkatkan menjadi 50 persen. Sementara untuk lima destinasi baru, kuotanya masih 30 persen.

"Jadi ada 13 destinasi non pendakian yang kita buka sekarang," ucapnya.

Khusus soal pendakian Gunung Rinjani, Dedi memastikan hanya empat jalur yang boleh dilalui. Keempat jalur itu yakni, Smbalun, Senaru, Timbang dan Aim Berik.

Sementara untuk jalur Torean dipastikan sejauh ini belum bis adilalui. Jalur pendakian yang satu ini masih ditutup.

Ditutupnya jalur Torean, lanjutnya, mengingat beberapa waktu lalu telah menelan korban jiwa. Jalur ini dinyatakan belum aman dillaui sebagaimana empat jalur lainnya.

"Kerusakan jalur pendakian ini sebenarnya terjadi di semua jalur. Kerusakan disebabkan oleh gempa 2018. Sekarang semuanya sudah diperbaiki, tinggal Torean," tegasnya. (jl)




Posting Komentar

0 Komentar