Jejak Terkini

Lotim Belum Pastikan Pembelajaran Tatap Muka

Ahmad Dewanto Hadi

SELONG--Proses pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa dipastikan di Lombok Timur. Kondisi ini menyusul kasus Covid-19 di daerah ini yang tak kunjung mereda.

"Sekolah daring (online) sudah 5 bulan lamanya kita dilaksanakan. Ini disebabkan tingkat kasus positif Covid-19 yang tinggi," ucap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Ahmad Dewanto Hadi, Selasa (18/8).

Buntut masih tingginya kasus COVID, jelasnya, saat ini proses pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa dipastikan. Sementara waktu, belajar daring terus berjalan sampai kondisi benar-benar membaik.

Dewanto Hadi menegaskan, proses belajar di rumah akan diperpanjang hingga 27 Agustus. Proses belajar tatap muka baru bisa dilaksanakan tergantung dari SKB 4 Menteri.

Jika Lombok Timur ditetapkan sebagai zona hijau, terangnya, maka belajar tatap muka sudah bisa dilaksanakan. Karena itu, semua pihak diminta bersabar sembari menunggu penetapan status normal kembali.

Semua sekolah yang menjadi kewenangan Dikbud Lotim, sambungnya, sejauh ini belajar di rumah. Guru dan murid dapat melakukan pembejaran baik melalui daring, luring maupun kunjungan.


"Setiap sekolah mempunyai kebijakan masing-masing untuk menyesuaikan dengan kondisi di wilayahnya. Kalau tidak bisa daring tentu ada luring ataupun kunjungan yang bisa dilakukan selama proses belajar dirumah tersebut bisa tetap berjalan," ungkapnya.

Ketika proses pembelajaran tatap muka sudah bisa dilakukan, terangnya, protokol kesehatan harus tetap dijalankan. Untuk masuk ke arah tersebut diperlukan persiapan yang sangat ketat karena kondisi anak-anak dengan orang dewasa berbeda.


Berdasarkan grafik penyebaran virus Covid-19 per tanggal 17 Agustus di Lotim, angka terkonfirmasi positif sebanyak  250 orang, sembuh 188 orang. Sementara dalam isolasi 49 orang dan meninggal dunia bertambah 13 orang. (cr-ins)


Posting Komentar

0 Komentar