Jejak Terkini

Program Seribu Sapi, Lobar Harus Ambil Peran

PANTAU: Kepala Dinas Pertanian Lobar, H Muhir Zokhri saat memantau lokasi kandang kolektif milik warga.

GERUNG--Pemerintah berupaya meningkatkan produktivitas ternak dengan memperkuat sistem pemeliharaan dan manajemen peternakan secara umum. Berbagai aspek menjadi titik pengendalian program, diantaranya adalah peningkatan kualitas pakan, bibit, serta manajemen usaha bagi para petani.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat (Lobar), H Muhur Zohkri. Lontaran itu disampaikan saat diwawancara di halaman Kantor Bupati Lobar, Rabu (26/8).

"Upaya Kementerian Pertanian dalam mewujudkan kemandirian pangan berbasis agribisnis rakyat terus bergulir melalui berbagai program unggulan sub sektor peternakan seperti saat ini," ungkapnya.

Rencananya, kementerian dengan program 1000 bibit sapi unggul yang akan diperuntukkan bagi NTB, jelasnya, akan disalurkan untuk kabupaten dan kota. Namun peruntukan bibit unggul ini masih menunggu kebijakan provinsi.

Apakah nantinya penyaluran dikonsentrasikan di satu tempat atau dibeberapa titik. Namun demikian, itu disebutnya tergantung rekomendasi Pemprov.

Lobar sebutnya, dipastikan ambil peran dan pro aktif berkoordinasi. Ini ditempuh dengan harapan daerah kita juga memperoleh dukungan dari pusat untuk meningkatkan kesejahteraan tani ternak di daerah itu.

Sampai hari ini, lanjutnya, belum ada keterangan dari Pemprov NTB berapa jumlah peruntukan jatah untuk Lombok Barat. Namun karena ini kebijakan pemerintah pusat, kemungkinan akan ada rapat koordinasi guna membahas tindaklanjut program ini.

"Mudah-mudahan Kabupaten Lombok Barat kebagian jatah juga. Ini yang sedang kita koordinasikan dulu dengan pihak provinsi," ujarnya.

Andai nanti ada peruntukan bantuan sapi bagi daerah  Lombok Barat, kata Muhur, hal pertama yang dipertimbangkan yakni potensi pengembangannya. Ini karena Lombok Barat sendiri mempunyai potensi sesuai dengan ruang yang tersebar. 

Dalam penyebaran bantuan, terangnya, selalu akan diutamakan asas pemerataan. Terlebih, semua kecamatan di wilayah Lombok Barat dianggap cocok bagi pengembangan sapi.

Di Lobar diketahui mempunyai kawasan-kawasan yang sudah diprioritaskan. Salah satunya kawasan ternak yang luas seperti di Sekotong. Termasuk juga kawasan daerah yang rawan kering lainnya dan sangat cocok untuk pengembangan ternak.

"Daerah rawan kering sangat cocok untuk pengembangan ternak sapi," jelasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar