Jejak Terkini

NTB Gelorakan Kemerdekaan, Industri atau Mati!

KHIDMAT: Momentum peringatan kemerdekaan RI ke 75 berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur NTB.

MATARAM--Puncak peringatan HUT RI ke 75 di NTB dilaksanakan di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Senin (17/8). Upacara bendera kali ini berlangsung berbeda dari tahun sebelumnya lantaran penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Bertindak selaku Inspektur upacara, Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, berdiri gagah mengenakan pakaian adat Sumbawa. Begitu juga dengan istri, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah juga mengenakan pakaian adat yang sama.

Berada di baris depan, sisi kanan Gubernur, Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah juga tampil sangat elegan dengan mengenakan kebaya dengan warna yang kalem.

Pada perayaan HUT RI kali ini, Pemprov NTB memamerkan produk-produk buatan lokal. Hal itu telah digaungkan oleh Pemprov NTB melalui slogan “Cintai, Beli dan Gunakan Produk Lokal Buatan UMKM NTB”.

Beberapa produk lokal yang dipamerkan mulai dari alat rapid test Covid-19 yang bernama RI-GHA, motor listrik “Lingsar”, sepeda listrik “Le-Bui”. Ada juga motor listrik “NgebUTS”, hingga sepeda listrik “Matric-B” (Mbojo Electric-Bicycle) berjejer rapi di lapangan Kantor Gubernur.

“Ternyata,  para pengajar  dan  murid  SMK  kita  di  NTB  juga  bisa memproduksi motor listrik. Misalnya, SMKN 1 Lingsar dengan motor listrik “Lingsar”. Ada pula yang kini mengkreasikan sepeda listrik “Le-Bui” dan telah memasarkannya hingga ke luar negeri," ujarnya.

Sementara di Sumbawa, para cendekiawan di UTS juga mengembangkan motor listrik “NgebUTS.

Tidak hanya itu, IKM NTB juga tidak mau ketinggalan menggelorakan semangat kemerdekaan melalui mesin–mesin karyanya sendiri. Sebanayak 500 unit mesin dan non mesin produk UKM NTB, di bawah binaan STIPark NTB dan saat ini IKM sedang meneruskan pabrikasi mesin sejumlah 2.130 unit yang akan ditampilkan.

“Semua capaian itu menjadi bukti bahwa dari Sape di ujung timur sampai Ampenan di ujung barat NTB, begitu banyak potensi anak-anak NTB yang terserak. Selama ini, potensi itu terpendam dan tidak pernah dimanfaatkan untuk membangun industri kita,” ujar Gubernur bangga.

Di tengah momentum kemerdekaan RI ini, lanjut Gubernur, masyarakat bisa menyaksikan awal bangkitnya industri di NTB. “Dulu,  para  pejuang  di  bumi  pertiwi  telah  memiliki  slogan  yang sangat tersohor, yaitu pekikan Merdeka atau Mati!. Hari ini, tanpa bermaksud melebih-lebihkan, tidak ada salahnya kita menyemangati diri dengan slogan, Industri atau Mati!,” ucap Gubernur penuh semangat.

Slogan tersebut tidak serta merta dimaknai secara harfiah. Masyarakat NTB disebutnya tidak perlu berkorban nyawa demi membangun industri di NTB. Namun dengan tekad yang kuat untuk mencoba dan keberanian untuk siap gagal dan bangkit kembali.

Gubernur juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan ruang yang lebih besar lagi bagi kreativitas anak-anak NTB. Rua g ini tidak lain untuk membangun dan mengembangkan industri apapun.

“Membuka ruang kreativitas ini tentu saja membutuhkan ongkos. Ada ongkos untuk beban produksi, ada ongkos untuk pembelajaran dan potensi kegagalan. Semua itu harus siap kita tanggung. Semua itu harus kita maknai sebagai sesuatu yang wajar dalam upaya untuk menjadikan NTB sebagai daerah industri yang berhasil,” tuturnya.

Hal itu juga dirasakan Pemprov NTB, saat memberanikan diri mencoba sesuatu yang baru, yakni bereksperimen pada program JPS Gemilang. Sebuah program penyaluran paket bantuan sosial yang menggunakan produk-produk UMKM dan industri kecil dan menengah lokal.

“Kita memilih untuk memasukkan komoditas hasil produksi UMKM dan IKM asli NTB. Produk-produk hasil kreasi UMKM dan IKM NTB ini tentu saja banyak kekurangannya. Kualitas dan harganya mungkin kalah bersaing dengan produk serupa yang dibuat oleh industri nasional yang telah mapan,” ungkap Gubernur.

Baru-baru ini, program JPS Gemilang telah menginspirasi banyak daerah dan bahkan mendapatkan apresiasi dari Presiden RI Joko Widodo. Hal itu merupakan sebuah bonus lebih yang didapatkan oleh Pemerintah NTB.

Setelah upacara berakhir, Gubernur didampingi istri, beserta Wakil Gubernur, mengajak tamu undangan berkeliling memperkenalkan produk-produk lokal yang dipamerkan, bahkan secara langsung mencoba beberapa motor listrik dan sepeda listrik tersebut. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar