Jejak Terkini

Mentan RI Kagumi Gairah Sektor Pertanian dan Peternakan NTB

KUNJUNGAN: Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo, saat berkunjung ke NTB untuk panen pedet.

PRAYA--Keberlangsungan sektor pertanian dan peternakan cukup krusial, terlebih di masa pandemi Covid-19. Karena itu, para petani dan peternak diwajibkan dapat terus produktif.

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo saat kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi NTB mengagumi gairah di sektor tersebut. Ia mengaku senang melihat energi dan semangat kepala daerah dan petani maupun peternak di NTB.


"Saya bisa lihat gairah yang besar. Warga NTB memiliki semangat yang besar dalam mengembangkan peternakan," ucapnya, Sabtu (22/8).

Mantan gubernur Sulawesi Selatan ini menyampaikan hal itu dalam kegiatan panen pedet. Sedikitnya ada 1000 pedet yang dipanen di Desa Barabali Lombok Tengah.

Bagi Syahrul, kekompakan Forkopimda beserta para petani dan peternak sangat dibutuhkan. Lewat cara ini sektor pertanian dan juga peternakan diyakini akan berhasil.

Untuk itu, ia meminta agar strategi dalam sektor pertanian harus disusun dengan matang. Selain itu, harus mampu melihat sinyal dan potensi yang ada.

Terlebih lagi, lanjutnya, dalam situasi pandemi Covid-19 yang melemahkan seluruh dunia. Menurutnya, pertanian dan peternakan merupakan salah satu sektor yang paling menjanjikan keberlangsungannya.

"Yang paling menjanjikan bisa bertahan di era Covid-19 seperti ini, karena ini dampaknya pasti lebih dari satu atau dua tahun, adalah pertanian yang juga di dalamnya ada peternakan," jelas Mentan.

Ia kemudian menilai strategi dan langkah yang dilakukan gubernur dan kepala daerah di NTB telah tepat. "Sudah benar strateginya pak Gubernur, Walikota, Bupati yang ada di NTB kembali melirik pertanian untuk lebih kuat," lanjutnya.

Ia menyebut hanya dua sektor yang mampu tumbuh positif dalam perekonomian Indonesia di kwartal kedua ini. Salah satunya ialah sektor pertanian, yakni sebesar 16,4 persen. Begitu pula dengan kegiatan ekspor yang disebutnya mampu terus meningkat tiap bulannya.

"Ekspor kita dari bulan ke bulan naik. Kemarin  12,6 persen, bulan lalu 15,4 persen, sekarang ini 22,1 persen," ungkapnya.

Selain itu, Mentan menegaskan pihaknya bertekad memajukan peternakan Indonesia khususnya swasembada daging. Dengan begitu secara bertahap dapat dipenuhi sendiri dan tidak lagi didatangkan dari negara lain (impor).

NTB disebutnya juga merupakan salah satu lokomotif budidaya sapi Indonesia. Karena itu, peternakan di NTB harus bergerak lebih kuat guna menopang persediaan daging nasional secara mandiri.

"Sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi, bahwa kita harus bisa cukupi kebutuhan pangan dari produksi sendiri. Kita masih impor 280 ribu ton atau 1,2 juta ekor sapi per tahun. Masa harus beli dari luar, kenapa kita tidak produksi sendiri?," Ucapnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat NTB memperkuat sektor pertanian. Pihaknya juga mengajak menyiapkan program 1.000 desa sapi, 1 desanya 200 ekor sapi.

Berlangsung di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah, Menteri Pertanian didampingi Gubernur melakukan panen pedet yang merupakan hasil dari Inseminasi Buatan (IB) program Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri). Tak hanya itu, pada kegiatan ini ada pula pameran hewan ternak produktif serta tanaman pangan binaan Litbang, Dinas Pertanian dan Perkebunan serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Tengah.

Sebelumnya, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengapresiasi program prioritas Mentan lewat program Sikomsndan. Program ini disebutnya telah begitu membantu NTB khususnya Lombok Tengah yang merupakan salah satu lokomotif budidaya sapi.

Lombok Tengah juga telah ditetapkan sebagai Top Priority Destination (TPD). Dengan status itu menurutnya dapat meningkat kualitas serta keunikan pariwisata melalui hal ini.

"Kami ingin nanti Pak Jokowi datang ke sini bukan hanya melihat tourism destination, tapi mudah-mudahan di sekitar Mandalika supaya sekali jalan nanti sapi-sapi bantuan Presiden dan bantuan Pak Menteri Pertanian sekalian bisa dilihat perkembangannya," ujar Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut.

Bang Zul juga sadar betul bahwa pembangunan yang ada selama ini tidak boleh direduksi sebatas pendekatan komoditas. Melainkan harus ada upaya peningkatan kapasitas di dalamnya. Ia tidak ingin masyarakat NTB pada event internasional mendatang hanya menjadi penonton di tempatnya sendiri.

"Kalau ini sukses, maka Insyaallah lahan yang sangat luas di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, siap desa-desa kami diseluruh Nusa Tenggara Barat mengembangkan program unggulan yang diinisiasi oleh pak Menteri Pertanian," tambahnya.

Pada kegiatan ini, Kementerian Pertanian juga turut menyerahkan bantuan untuk sektor pertanian dan peternakan di NTB. Bantuan tersebut sebesar Rp 10,85 miliar dan khusus Kabupaten Lombok Timur sebesar Rp 1,79 miliar.

Bantuan untuk Provinsi NTB tersebut berupa berupa sapi potong 140 ekor, kambing 225 ekor, ayam lokal 4.000 ekor, bibit itik 10 ribu ekor serta optimalisasi reproduksi sebanyak 126.993 akseptor. Ada pula penyerahan fasilitas KUR BRI sebesar 178,48 miliar, polis asuransi ternak sapi kerbau Provinsi NTB sebanyak 1.669 ekor dan klaim asuransi ternak sapi kerbau Rp 1,67 miliar. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar