728x90

ad

Protokol Kesehatan Harus Diperketat di Destinasi Pariwisata

DESA WISATA: Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat berkunjung ke Taman Wisata Mangrove Sekotong Lombok Barat.
GERUNG--Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalillah menegaskan, destinasi wisata harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Ini karena protokol kesehatan adalah salah satu cara mencegah penularan virus corona.

"Kita tidak boleh bosan dengan protokol kesehatan. Mengingat sarat kita untuk hidup aman dan produktif adalah dengan menerapkan protokol di kehidupan kita pada masa pandemi ini," tegasnya, Sabtu (28/7).

Lontarannya ini disampaikan kala berkunjung ke wisata Taman Mangrove Sekotong, Lombok Barat. Saat itu, ia meminta seluruh pihak menjaga spot-spot wisata di NTB, baik itu dari segi kebersihan maupun keamanan agar wisatawan tetap nyaman datang.

"Harus benar-benar kita bersyukur dengan cara menjaga keindahan dan kelestarian alam agar pariwisata kita berkembang dengan baik," terangnya.

Ia menambahkan, keamanan di objek wisata menjadi salah satu perhatian pemerintah untuk perkembangan pariwisata. Dengan berkembangnya pariwisata di desa-desa diharap dapat mengangkat perekonomian masyarakat sekitar.

"Tidak akan mungkin desa wisata itu akan dikunjungi kalau desa tersebut tidak aman, tidak sehat," ujarnya.

Tidak lupa, Rohmi mengajak para stakeholder terus menerus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan. Sosialisasi ini khususnya di daerah pariwisata.

Protokol kesehatan diperketat di spot-spot wisata, jelasnya, agar tidak terjadi penyebaran. Itu dilakukan untuk menghindari munculnya asumsi-asumsi negatif terhadap pariwisata di NTB.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, LM Faozal yang juga hadir, menyampaikan bahwa Dermaga Tawun adalah dermaga yang digunakan untuk penyebrangan menuju 14 gili di Lombok Barat. Dermaga yang memiliki luas lahan satu hektar lebih ini akan dimulai pembangunannya minggu depan.

Dalam proyek itu, ada beberapa bangunan. Yaitu mulai dari fasilitas ruangan untuk check in hingga shelter bagi pengunjung.

Untuk menunjang perekonomian masyarakat sekitar, dermaga ini menyiapkan kios-kios yang berjejer rapi. Kios ini digunakan oleh masyarakat berjualan serta dibenahi di beberapa titik.

Direktur Kelembagaan, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Reza Pahlevi berpesan agar setiap destinasi wisata menerapkan sistem prinsip protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan yang diistilahkan sebagai CHSE (cleanliness, health, safety, environment).

Dengan adanya sistem CHSE ini, diharapkan kepercayaan wisatawan terhadap tempat-tempat wisata di NTB dapat meningkat. Dengan begitu berbanding lurus terhadap peningkatan jumlah kedatangan wisatawan.

"Provinsi NTB, khususnya Kabupaten Lombok Barat ini saya yakin dengan komitmen Ibu Wagub dan Bapak Bupati, bisa mencapai itu," ujar Pahlevi.

Pahlevi berharap, program BISA dari Kemenparekraf ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya bagi para pelaku pariwisata di NTB ini.

Acara tersebut diakhiri dengan penanaman pohon mangrove di pesisir pantai dekat dermaga untuk menghindari terjadinya abrasi. Selain itu diharap memperindah dermaga tersebut agar wisatawan dapat menikmati keindahan alam Lombok Barat sebelum menyeberang ke Gili. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar