728x90

ad

Program Revitalisasi Posyandu Butuh Pendampingan Penuh

ARAHAN: Wagub NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah saat memberikan arahan terkait program revitalisasi Posyandu.
MATARAM--Revitalisasi Posyandu menjadi salah satu program unggulan Pemprov NTB. Tak heran jika kepala dinas terkait diminta mendampingi penuh program ini.

"Yang mereka (Posyandu) butuhkan adalah pendampingan. Yang mereka butuhkan adalah pembinaan supaya tercapai apa yang kita cita-citakan (revitalisasi posyandu)," kata Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah, saat memberikan arahan di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Jumat (3/7).

Untuk melakukan pendampingan penuh tersebut, Rohmi juga meminta agar koordinasi antar pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten kota dilaksanakan dengan baik. Revitalisasi posyandu tersebut, perlu adanya kompetisi antar posyandu agar dapat memotivasi satu sama lain.

"Mendorong kompetisi di antara mereka secara positif, supaya semuanya semangat," imbuhnya.

Ia mencontohkan salah satu kabupaten yang berhasil menciptakan 108 posyandu keluarga dengan cepat yaitu kabupaten Lombok Barat. Ini dilakukan daerah itu hanya dengan jangka waktu dua bulan.

Ia berharap Dinas Kesehatan terus meningkatkan semangat menyelesaikan program revitalisasi posyandu. Ini penting agar tingkat kesehatan masyarakat di NTB ini dapat menjadi lebih baik.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi menyampaikan, jumlah posyandu keluarga pada tahun ini meningkat pesat dari tahun sebelumnya yakni dari 1.050 pada tahun 2019 menjadi 1.514 di tahun 2020 ini.

Untuk memaksimalkan posyandu keluarga ini, para kader posyandu diberikan bekal yang mempuni untuk menjalankan tugas-tugas sebagai kader posyandu. Selain itu, kader posyandu juga diberikan honor minimal 150 ribu per bulan dan diberikan sertifikasi agar tidak diganti sembarangan.

Koordinasi yang dilakukan Dinas Kesehatan NTB dengan kabupaten kota menghasilkan beberapa masukan untuk memaksimalkan kegiatan posyandu keluarga ini.

"Saran dari kabupaten kota yakni adanya SE Gubernur tentang pelaksanaan posyandu di masa pandemi, adanya sanksi bagi kades yang mengganti kader terlatih tanpa alasan yang jelas," terangnya.

Revitalisasi posyandu adalah satu ikhtiar meningkatkan strata posyandu menuju posyandu keluarga. Sehingga Posyandu bisa melayani semua anggota keluarga dalam bentuk Posyandu Kesehatan Ibu dan anak (KIA), Posyandu Remaja, Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) untuk Penyakit Tidak Menular, dan Posyandu Lansia.

Selain itu, revitalisasi posyandu ditujukan untuk menjadikan posyandu sebagai ujung tombak penanganan beragam persoalan sosial kesehatan di tingkat dusun. Seperti pendewasaan usia perkawinan, stunting, bahaya narkoba, pendidikan tanggap bencana dan masalah kesehatan dan sosial lainnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar