728x90

ad

Tumpasan Pedang, Sensasi Lain di Aliran Sungai Kokoq Putek



SANTAI: Para pemuda menikmati sensasi air terjun Tumpasan Pedang sembari menikmati kopi.


SELONG - Tebing-tebing batu berjejer memanjang. Tebing batu tersebut menjadi tembok pelindung yang mengitari air terjun Tumpasan Pedang.

Air terjun yang berada di aliran Sungai Kokoq Putek, Desa Kokoq Putek, Kecamatan Sembalun Lombok Timur ini merupakan satu dari beberapa air terjun di sepanjang aliran sungai tersebut.

Warga sekitar menyebutnya sebagai Tumpasan Pedang lantaran bentuk dari air terjun ini. Pada bagian atas tumpahan air itu melewati batu yang seolah terbelah.

Berbeda dengan kebanyakan air terjun yang biasanya aliran airnya berada dari ketinggian, Tumpahan Pedang hanya sekitar 2 hingga meter saja. Namun demikian, debit airnya cukup banyak.

Tak hanya tebing batu yang kokoh menjadi daya pikat air terjun ini. Beberapa yang lain seperti di bawah tumpahan air terjun terbuat sebuah kolam sedalam pundak orang dewasa. Kolam ini kontan menjadi tempat yang nyaman untuk berendam bagi para pengunjung.

Belum lagi hal-hal artifisial lainnya yang melibatkan sentuhan tangan manusia. Di sekitar air terjun sudah dibuatkan berugak (gazebo) dan selfie spot oleh warga sekitar. Sentuhan artifisial ini dipastikan membuat pengunjung lebih nyaman menjejakkan kaki di sini.

Konon, Tumpahan Pedang ini punya riwayat tersendiri. Sesuai penuturan warga sekitar, di sekitar air terjun ini tersimpan harta karun milik kerajaan Lombok tempo dulu. Hanya saja harta Karun itu dijaga oleh makhluk astral yang tak kasat mata.

Tak heran jika tidak sedikit warga yang mendatangi tempat tersebut. Tujuannya bukna berlibur, tapi mengadu peruntungan mendapatkan harta karun.

"Sering orang datang bertapa di sini. Mereka biasanya datang malam hari agar bisa mengambil harta karun itu," ucap Arif, warga setempat, Selasa (2/6).

Tempat ini dijadikan sebagai lokasi bertapa cukup beralasan. Ini tidak lepas dari bentuk aliran sungai Kokoq Puteq sendiri yang memanjang dan lurus. Hulunya urus dari Gunung Rinjani dan hilirnya langsung di laut.

Karena bentuknya itu, jelasnya, membuat aliran sungai ini berbeda dengan sungai kebanyakan. Sungai yang lain biasanya berkelok serta bercabang. Sungai Kokoq Putek justru tidak memiliki cabang dan langsung menuju laut.

Bagi pengunjung yang hendak menjejakkan kaki, air terjun Tumpasan Pedang cukup mudah ditemui. Lokasinya berbatasan langsung dengan Kabupaten Lombok Utara.

Namun demikian, sungai ini cukup jauh bila diakses dari pusat ibukota Kabupaten Lombok Timur, Selong. Jarak tempuhnya dipastikan membuat pengunjung cukup memakan waktu selama berkendara.

Tapi bagi para penikmat perjalanan, jarak tempuh bisa jadi tidak menjadi penghalang. Terlebih untuk sampai di air terjun ini sudah didukung oleh fasilitas jalan berupa hotmix.

Mengunjungi tempat ini dipastikan tidak akan membuat pengunjung rugi. Bak sekali mendayung, dua tiga pulau bisa terlampaui. Ini karena tak jauh dari air terjun Tumpasan Pedang masih ada air terjun lainnya. Dewi Selendang namanya.

Tak hanya air terjun, di. Sekitar lokasi juga dipastikan akan membuat mata pengunjung dimanjakan oleh indahnya panorama pegunungan. Ditambah dengan cuaca yang cukup dingin, membuat pengunjung akan merasa betah.

Arif mengatakan, air terjun Tumpasan Pedang ini baru diketahui dan ramai dikunjungi setelah bisnis dan sektor pariwisata menjadi andalan pembangunan di NTB. Sejak itu, baik wisatawan domestik dan mancanegara menyerbu tempat itu. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar