728x90

ad

Ricuh Tuntut Transparansi, 5 Pendemo Diamankan


RICUH: Massa sempat ricuh di depan Kantor Desa Gelora buntut tuntutan transparansi mereka tidak digubris.
SELONG--Aliansi Masyarakat Gelora Menggugat (AMGM) kembali menggelar aksi demonstrasi. Unjuk rasa kedua kalinya ini berujung ricuh, Rabu (3/6).

Seperti aksi perdana, massa menuntut transparansi dalam pendataan penerimaan bantuan oleh Pemerintah Desa Gelora, Kecamatan Sukur Lombok Timur. Diduga dalam pendataan masih jauh dari asas keadilan.

Awalnya, demonstrasi yang diikuti ratusan massa ini berlangsung tertib. Namun ketika massa menuntut kepala desa setempat menemui massa dan tidak dipenuhi, massa mulai ricuh. 

Juru Bicara AMGM, Syamsul Hadi mengatakan, pihaknya merasa tidak dihargai lantaran tidak mau ditemui. Padahal dalam aksi itu jajaran aparat dan pejabat dari Pemkab Lotim juga sampai turun tangan.

AMGM disebutnya tidak menginginkan hearing dilanjutkan apabila kepala desa dan anggota BPD tidak hadir. Massa  emosi dan tidak terkendali. 
Sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dengan aparat keamanan. Sehingga membuat semuanya kondusif. 

Situasi kian memanas saat massa mencoba melakukan tindakan brutal dengan menghadang dan memukul dam truk yang kebetulan melintas. Lantaran khawatir chaos, polisi akhirnya berusaha membubarkan massa secara paksa.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Tunggul Sinatrio mengakui jika aksi unjuk rasa AMGM tidak mengantongi izin. Sehingga pihaknya meminta kepada massa aksi untuk membubarkan diri. 

"Kami mengamankan 5 orang yang diduga sebagai provokator. Mereka tidak menepati janji karena imbauan aksi demo ternyata ricuh," katanya.

Kapolres Lotim juga meminta kepada semua pihak agar tidak terprovokasi dengan kondisi yang terjadi. Selain itu, pihaknya akan memanggil kades bersangkutan untuk menanyakan hingga yang bersangkutan tidak ingin menemui masyarakat.

Tunggul berjanji akan memfasilitasi semua pihak-pihak terkait dengan membahas kondisi yang terjadi. Langkah ini diambil demi kondusivitas di masa datang.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpoldagri Lombok Timur, Drs Salmun Rakhman mengaku kecewa dengan sikap Kades Gelora. Keengganannya menemui massa dianggap sebagai pemicu keributan.

Kendati demikian, massa diminta tetap tenang dan menjaga situasi agar lebih kondusif. Imbauan ini diharapkan agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Hingga demonstrasi berakhir, masih terlihat sejumlah warga bertahan di lokasi. Padahal mereka sudah dibubarkan paksa. (fr)

Posting Komentar

0 Komentar