728x90

ad

TNGR Belum Tentukan Jadwal Pendakian Rinjani

BELUM DIBUKA: Jadwal pendakian Gunung Rinjani belum dibuka pihak BTNGR. (Sumber Foto: BTNGR)
MATARAM--Beredar kabar jika pendakian ke Gunung Rinjani akan dibuka mulai Juli, bulan depan. Namun kabar itu ditepis pihak pengelola Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).

Kepala BTNGR, Ir Dedy Asriadi mengatakan, pihaknya masih belum menentukan kapan pendakian Gunung Rinjani dibuka. Sejauh ini, pihaknya masih merencanakan saja untuk membuka pendakian gunung tertinggi ketiga di Indonesia itu.

"Belum kita tentukan kapan akan dibuka. Kita masih melihat situasi dan perkembangan penyebaran virus corona," ucapnya kepada Jejak Lombok, Rabu (17/6).

Belum dibukanya pendakian, jelasnya mengingat perkembangan penyebaran virus corona dari hari ke hari kian signifikan. Kondisi ini disebutnya menjadi kendala serius.

Andai nanti dibuka, lanjutnya, pendakian di Gunung Rinjani tetap mengacu pada protokol kesehatan penanganan virus corona. Ini penting demi kesehatan dan kebaikan pendaki dan orang lain.

Mengenai rumusan model protokol yang akan diterapkan, dipastikan akan dibicarakan bersama stakeholder terkait. Hanya saja, sejauh ini, pembicaraan tersebut masih belum ada.

Selain belum adanya ketetapan membuka jadwal pendakian, Dedy justru menyinggung terkait kemungkinan adanya pendaki nakal. Mereka ini merupakan pendaki kategori ilegal lantaran aktivitas pendakian belum diizinkan.

Terhadap para pendaki ini, Dedy memastikan memberikan sanksi berupa pembinaan. Beberapa dari mereka telah dipanggil lantaran kenekatannya memasuki pendakian Gunung Rinjani.

"Sudah ada yang kita panggil, tapi mereka kita berikan pembinaan," jelasnya.

Bagi Dedy, para pendaki nakal ini tidak saja melanggar perizinan memasuki kawasan yang menjadi kewenangannya. Lebih dari itu, ulah mereka bisa berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain.

Ia juga menyinggung kemungkinan akan dibukanya dua jalur pendakian baru. Dua jalur itu yakni Propok dan Torean. Sejauh ini, ada empat jalur resmi yang telah ada. Keempat jalur itu yakni, Sembalun, Timba Nuh, Aik Berik dan Senaru.

Sementara itu, dilansir sejumlah media bahwa pendakian Gunung Rinjani akan dibuka Juli, bulan depan. Selaku otoritas TNGR, Dedy memastikan masih belum ada rencana untuk itu. Hanya saja, ia menilai rencana itu sebagai bentuk kepedulian membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah yang sedang lesu.

"Kan saya kepala TNGR. Soal jadwal yang disebut itu kita anggap sebagai bentuk kepedulian untuk segera membangkitkan perekonomian daerah," tegasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar