728x90

ad

Program "Mawar Emas" Lawan Rentenir Didukung Pemprov NTB

BERANTAS RENTENIR: Program "Mawar Emas" OJK berbasis masjid dihajatkan untuk berantas rentenir.
MATARAM--Keberadaan rentenir kerap menjadi momok di kalangan masyarakat menengah ke bawah di Indonesia. Masyarakat yang tengah mengalami desakan ekonomi dan kesulitan keuangan cenderung akan mencari jalan yang mudah dan cepat untuk memperoleh dana yang dibutuhkan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB baru-baru ini memberikan terobosan. Terobosan tersebut, yakni Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas). Program ini bertujuan memberikan kemudahan akses produk dan layanan keuangan bagi masyarakat menengah kebawah.

Ide ini bermula dari kegiatan safari subuh yang rutin dilakukan Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah. Gubernur dalam setiap kesempatan selalu menyampaikan agar masjid-masjid tidak hanya menjadi tempat melakukan kegiatan ibadah saja, melainkan mampu menjadi tempat mendorong kemajuan ekonomi umat.

Kala bersafari, gubernur mengajak anak-anak muda setempat dan para pengurus masjid diajak berani berbisnis. Mereka juga diminta berkontribusi dalam memajukan ekonomi NTB.

Selasa pagi (23/6), Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB dan Asisten I, II dan III Setda NTB serta sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov NTB menggelar pertemuan dengan OJK, Bank NTB Syariah, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Permodalan Nasional Madani (PNM). Pertemuan itu terkait program Mawar Emas tersebut dan berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB.

Gubernur mengatakan, masyarakat sesungguhnya tahu betul risiko yang didapatkan apabila meminjam pada para rentenir. Namun desakan ekonomi yang melilit, membuat masyarakat akhirnya harus memilih jalan cepat untuk mendapatkan dana.

"Masyarakat kita tahu betul risiko meminjam dengan rentenir ini, untuk itu program ini (Mawar Emas) harus lebih praktis, lebih mudah mekanismenya bagi masyarakat," ujarnya.

Ia kemudian menyarankan kepada pihak OJK dalam menjalankan program Mawar Emas tersebut dengan cara bertahap dari ruang lingkup terkecil. Dengan hal itu, evaluasinya akan lebih mudah dan perencanaan kedepan bisa lebih matang.

"Cukup ambil satu atau dua masjid dulu di tiap kabupaten kota, kemudian lakukan evaluasi," pintanya.

Kepala OJK NTB, Farid Faletehan mengungkapkan, program ini merupakan keberlanjutan dari gagasan yang selalu digaungkan Gubernur di tiap safari subuh dari masjid ke masjid. Dengan adanya program Mawar Emas ini, masjid kedepannya akan menjadi salah satu tempat geliat ekonomi masyarakat.

"Rentenir ini sudah ada sejak dulu, kalau tidak disaingi maka akan menyebar semakin banyak, oleh karena itu harus ada langkah-langkah tepat dari kita," tegas Farid.

Dalam menyukseskan program ini, OJK kemudian menggandeng beberapa pihak. Diantaranya Pemerintah Daerah, Bank NTB Syariah, Masyarakat Ekonomi Syariah dan juga Permodalan Nasional Madani (PNM).

"Program ini tujuan utamanya kita harapkan masyarakat yang tidak terakses lembaga keuangan, ini bisa kita akses tentunya melalui masjid sehingga tidak terjerat oleh rentenir," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (PW MES) NTB sangat mendukung ide dalam menjadikan masjid sebagai tempat pengembangan ekonomi. Bukan dalam hal melawan rentenir saja, hal ini tentu akan memberikan kemakmuran pula bagi masjid. 

"Kunci keberhasilan program ekonomi masjid ini ada pada pendampingan yang berkelanjutan dan terintegrasi," sebutnya.

Keberlanjutan pendampingan dari Pemprov dan Pemkab serta lembaga keuangan lainnya menjadi hal yang sangat penting dalam menyukseskan program Mawar Emas. Tak hanya itu, skema pembiayaan yang ringan serta adanya afirmasi selama masa virus corona selama satu tahun menjadi hal yang perlu diperhatikan kedepannya.

Menyambut arahan Gubernur, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi menilai masih perlu adanya komunikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait. Begitu pula dengan penyatuan komitmen dan langkah-langah strategis dalam menyukseskan program Mawar Emas kedepannya.

"Sesuai arahan Gubernur, kita akan melakukan audiensi khusus lagi, dalam membahas program Mawar Emas ini," tutur Lalu Gita. (jl)

Posting Komentar

1 Komentar

  1. program kerja yang nyata.... dan tolong persyaratan lebih di sederhanakan lagi, saya rasa tidak terlalu penting ijin usaha mikro serta rekening bank.....kasian masyarakat yg butuh mendesak akibat kovid ini dan pihak perbankan silahkan melakukan pendampingan kepada ukm atau apapun namanya setelah pencairan dilakukan. tks pak gubernur atas kebijakan yang berpihak ke rakyat kecil dan menengah

    BalasHapus