728x90

ad

Mahasiswa Diharap Jadi Agen Sosialisasi Pencegahan Corona

TELEKONFERENSI: Wagub NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah saat memberikan pembekalan untuk mahasiswa KKP DR UIN Mataram lewat telekonferensi.
MATARAM--Pandemi virus corona saat ini masih mewabah di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Selama vaksinnya belum dapat ditemukan, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan, mahasiswa harus bisa menjadi agen sosialisasi pencegahan virus corona. Ini disampaikan saat menjadi narasumber pembekalan Kuliah Kerja Partisipatif Dari Rumah (KKP-DR) UIN Mataram, Rabu (24/6).

Melalui pembekalan daring tersebut, Wagub menyampaikan kuliah kerja yang dilakukan mahasiswa UIN Mataram kali ini berbeda dari sebelumnya. Sebelumnya, KKN (Kuliah Kerja Nyata) turun langsung ke masyarakat, tapi saat pandemi ini, segala sesuatu banyak dilakukan dengan metode teknologi atau digital.

Menurutnya, hal terpenting sekaligus faktor tersulit saat pandemi seperti saat ini adalah menumbuhkan kedisiplinan. Bentuk kedisiplinan di masa pandemi seperti menerapkan protokol kesehatan virus corona.

Di dalam protokol itu mengamanatkan menggunakan masker, rajin cuci tangan, menghindari kerumunan. "Ini penting untuk memutus mata rantai virus ini," ucapnya.

Tak lupa ia menyampaikan, KKP DR yang dilaksanakan UIN Mataram hendaknya berkontribusi dalam mengkampanyekan penerapan protokol kesehatan. Amanat ini disamoaikan mengingat mahasiswa sebagai anak muda sangat kreatif dan inovatif.

Mereka dianggap selalu punya cara dalam mengkampanyekan protokol kesehatan dalam memerangi virus ini. Lewat kampanye yang disampaikan tersebut, masyarakat hendaknya sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan.

"Inilah yang kami harapkan dari mahasiswa kita dalam menjalanakan KKP DR. Mereka harus bisa melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat NTB, dimulai dari sendiri," sambungnya.

Wagub NTB menekankan, seluruh aktivitas kehidupan kedepan sebelum ditemukan vaksin harus menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, Ketua LP2M UIN Mataram, Dr. Muhammad Liwa Irrubai MPd melaporkan, nantinya ada 2.394 orang mahasiswa semester 7 yang akan mengikuti KKP DR. Persentase dari jumlah peserta itu terdiri dari laki-laki berjumlah 853 dan perempuan 1.541 orang.

 Tak berbeda dengan Wagub, ia pun berharap seluruh mahasiswa yang berpartisipasi dalam KKP dapat dilaksanakan dengan baik. Dalam proses KKP hendaknya mahasiswa lebih cermat memperhatikan protokol kesehatan.

Turut hadir dalam telekonferensi tersebut, Rektor UIN Mataram, Ketua LP2M UIN Mataram, dan seluruh mahasiswa peserta telekonferensi. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar