728x90

ad

Obyek Wisata Dibuka, Warga Harus Tetap Waspada

HARUS WASPADA: Wagub NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah mengingatkan agar saat membuka obyek wisata harus mengutamakan protokol kesehatan.
MATARAM--Pasca ditetapkannya fase kenormalan baru dalam menghadapi pandemi virus corona, banyak pihak bermai-ramai membuka obyek wisata. Buntutnya, potensi keramaian di tempat wisata tak. Isa dihindari.

"Dengan adanya keramaian itu, ada potensi besar penularan virus corona lebih cepat," ucap Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah saat menggelar rapat virtual bersama jajaran ASITA NTB, Rabu (24/6).

Terhadap kemungkinan dibukanya obyek wisata, Rohmi mengingatkan agar ada pembenahan terlebih dahulu. Pembenahan tersebut dilakukan agar objek wisata tidak menjadi sumber penularan virus asal Tiongkok tersebut.

"Untuk obyek wisata, kita harus benar-benar memilih. Jangan sampai kita gegabah membuka obyek wisata, jangan sampai ada klaster obyek wisata," imbuhnya.

Salah satu contoh adalah tiga gili yang telah dipersiapkan sebelum dibuka kembali. Di tiga Gili ini telah diperketat jalur pintu masuk. Dalam proses tersebut melibatkan semua unsur seperti petugas keamanan hingga petugas kesehatan.

Ia berharap masyarakat dapat dengan cepat memahami pentingnya protokol kesehatan agar seluruh aktivitas dapat kembali berjalan dengan lancar.

Pandemi ini disebutnya telah mengajarkan agar benar-benar bisa menghargai dan menempatkan kesehatan menjadi prioritas pertama. Dengan adanya pandemi, mayoritas masyarakat  sudah mulai sadar bahwa kesehatan sangat penting.

Munculnya oaneemi virus corona, sambungnya, memaksa dunia dan daerah memulai hidup dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Kehidupan baru yang biasa kita dengar dengan istilah kenormalan baru atau new normal.

Di tengah pandemi, masyarakat dipaksa memilih dua hal. Yaitu antara mencari aman dan selamat dengan tetap berdiam diri atau tetap melaksanakan kegiatan rutinitas tanpa memperhatikan pandemi ini.

Dari dua pilihan itu, lanjutnya, NTB mengambil jalan tengah. NTB memilih tetap aman dan produktif.

Untuk bisa aman dan produktif sebelum ditemukannya vaksin corona tersebut, warga diingatkan harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan baik. "Beda dengan penyakit-penyakit lain, kuncinya memang hanya satu yaitu kedisiplinan (protokol kesehatan)," tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata, H. Lalu Mohammad Faozal yang juga ikut serta dalam rapat tersebut menyampaikan, kesiapan beberapa titik destinasi wisata yang dibuka secara bertahap. Obyek wisata dibuka dengan beberapa penyesuaian.

"Ada empat destinasi yang siap dibuka. Tadi Ibu Wagub menyampaikan sangat berhati-hati membuka objek wisata, yang utama adalah penerapan protokol kesehatan. Artinya, pembukaan destinasi bersamaan dengan penerapan protokol kesehatan," kata Faozal.

Empat destinasi yang secara bertahap dibuka tersebut yakni Tiga gili, Rinjani, Mandalika, dan Senggigi. Keempat destinasi tersebut memiliki penyesuaian-penyesuaian untuk menghindari penyebaran virus corona.

Penyesuaian yang dilakukan antara lain tidak dibukanya kolam renang, tidak diizinkannya pesta dan hal lainnya yang menimbulkan keramaian.

Untuk sasaran wisatawan, Faozal mengatakan, saat ini NTB fokus untuk wisatawan domestik. Sasaran ini dibidik mengingat banyak negara luar yang belum membuka penerbangannya.

"Kita tidak bicara mancanegara untuk saat ini. Karena itu, untuk saat ini domestik adalah pasar yang akan kami coba," ucapnya.

Faozal mengukapkan bahwa dua jalur masuk dari luar NTB yakni bandara BIZAM dan Pelabuhan Lembar disiapkan dengan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, kendaraan angkutan yang beroperasi juga diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan pengawasan dari pemerintah. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar