Iklan

terkini

Wabup Edwin Optimis Gerakan Getak Mako Mampu Memutus Mata Rantai Pemicu Stunting

Jejak Lombok
Thursday, September 24, 2026, Thursday, September 24, 2026 WIB Last Updated 2026-09-24T10:43:34Z


jejaklombok.com -- Semangat membara mewarnai penyambutan Tim Verifikasi Lapangan Nominasi Desa Berkinerja Baik tingkat Nasional Tahun 2026 di Kantor Desa Sakra Selatan, Kamis (24/9).


Kedatangan tim penilai dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PSBLDP) bersama Kemenko PMK ini disambut langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh Edwin Hadiwijaya.


Bukan sekadar ajang evaluasi, kehadiran tim nasional ini menjadi suntikan motivasi bagi Lombok Timur untuk terus mengoptimalkan ikhtiar melahirkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.

​

Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Moh Edwin Hadiwijaya secara terbuka mengakui percepatan penurunan stunting bukanlah perkara mudah yang bisa diselesaikan secara instan dalam hitungan bulan.


Dia menilai pembangunan sumber daya manusia membutuhkan proses panjang yang menuntut kesabaran dan kreativitas tinggi.


​"Dalam membangun manusia, diperlukan ketelatenan dan inovasi," tegas Wabup Edwin.

​

Selanjutnya, Wabup Edwin menyebut salah satu bukti nyata komitmen tersebut lahir dari kreativitas akar rumput di Desa Sakra Selatan melalui inovasi GETAK MAKO (Gerakan Tolak Merarik Kodek).


Melalui gerakan ini, terang dia, pemerintah dan masyarakat bahu-membahu memutus rantai pernikahan anak di bawah umur yang selama ini diidentifikasi sebagai salah satu akar utama pemicu stunting.


Apapun hasil akhirnya kelak, sambungnya, praktik-praktik baik dari Desa Sakra Selatan dipastikan akan direplikasi ke seluruh desa lainnya di Bumi Patuh Karya.

​

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Nasional, Aprilia Kurnia Dewi, mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat setempat.


Ia menegaskan bahwa timnya hadir bukan semata untuk mencari kekurangan, melainkan untuk belajar langsung dari inovasi lokal yang sukses diterapkan.


Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan menekan angka stunting tidak diukur dari tumpukan berkas administrasi semata, melainkan dari keterlibatan aktif para kader Posyandu, PKK, KPM, TP3S kecamatan, hingga seluruh lapisan masyarakat.


Penilaian juga menitikberatkan pada integrasi penganggaran penanganan stunting, optimalisasi pelayanan ibu dan anak, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan mulai dari tingkat desa hingga pusat.

​

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan telusur dokumen serta verifikasi lapangan secara langsung oleh Tim Verifikator Nasional bersama TP3S Kecamatan, KPM, dan TP PKK Desa.


Turut mendampingi dalam agenda penting ini jajaran TP3S Provinsi NTB, Kepala OPD Lombok Timur, unsur Forkopimcam Sakra, kepala puskesmas, kepala desa, BPD, kader posyandu, serta tokoh agama, adat, dan pemuda setempat.

​

Melalui momentum ini, Lombok Timur optimis bahwa kerja telaten, inovasi tanpa henti, dan gotong royong yang dirawat sejak dini akan berbuah manis, menghadirkan generasi emas Lombok Timur yang bebas stunting di masa depan.(jl) 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Wabup Edwin Optimis Gerakan Getak Mako Mampu Memutus Mata Rantai Pemicu Stunting

Terkini

Iklan