jejaklombok.com -- Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor semakin memantapkan langkahnya dalam transformasi pendidikan tinggi.
Keseriusan ini ditegaskan melalui kegiatan peningkatan kapasitas akademik yang berfokus pada penyusunan bahan ajar dan modul ajar berbasis Outcome-Based Education (OBE), Rabu (9/9).
Pelatihan intensif ini dirancang untuk membekali para dosen dalam menyongsong pemberlakuan kurikulum OBE yang akan resmi diterapkan bagi mahasiswa baru angkatan 2026.
Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd menegaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut merupakan tahap krusial dalam peta jalan implementasi kurikulum OBE di kampus.
"Kegiatan ini menjadi sangat penting karena memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada dosen untuk menyusun buku dan modul ajar yang sangat diperlukan, khususnya dalam menyambut mahasiswa IAIH Pancor angkatan 2026," ujarnya.
Langkah progresif ini rupanya mendapat apresiasi tinggi dari narasumber utama kegiatan, Dr. Muhammad Haromain.
Dalam pandangannya, IAIH Pancor dinilai sebagai salah satu perguruan tinggi Islam swasta yang menunjukkan kesungguhan paling nyata dalam mengadopsi sistem OBE.
Konsistensi institusi ini tercermin dari tahapan sistematis yang telah dilalui, mulai dari workshop kurikulum, pelatihan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), standardisasi metode perkuliahan dan sistem penilaian, hingga penguatan kapasitas pembuatan modul berbasis capaian pembelajaran.
Melihat tingginya antusiasme serta dedikasi para tenaga pengajar selama pelatihan, Dr. Muhammad Haromain menyatakan optimisme tinggi bahwa transisi besar ini akan berjalan mulus di IAIH Pancor.
Keluarga besar sivitas akademika IAIH Pancor kini berdiri dalam keyakinan penuh bahwa penerapan kurikulum OBE untuk angkatan 2026 akan terlaksana secara efektif, terstruktur, dan sesuai dengan standar ketentuan yang berlaku, demi mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing global.(jl)


