jejaklombok.com -- Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor menggelar Sekolah Pasar Modal yang ditujukan bagi mahasiswa dan dosen, kamis (30/7)
Kegiatan yang berlangsung di aula kampus IAI Hamzanwadi Pancor ini mengusung tema "literasi investasi pasar modal syariah dalam mewujudkan generasi akademisi yang cerdas finansial dan berintegritas".
Tidak hanya itu, sekolah pasar modal kali ini berkolaborasi dengan IDX, ID Clear, Indonesia SIPF, dan Phillip Sekuritas.
Dekan Fakultas Syariah, M. Indra Gunawan menjelaskan kegiatan ini menjadi salah satu instrumen penting bagi mahasiswa, khususnya di fakultas syariah yang notabenenya bergelut dengan pembelajaran pasar modal.
"Ini menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi akademiknya, mudah-mudahan dengan adanya sekolah pasar modal ini wawasan dan ilmu pengetahuannya semakin luas," ucapnya.
Dia berharap, peserta dari dosen dan mahasiswa bisa praktik secara langsung setelah kegiatan ini agar ilmu yang didapatkan langsung terealisasi dengan baik.
Pada sambutannya, Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abd. Hayyi Akrom mengatakan kegiatan seperti ini harus lebih sering diadakan guna memperkuat kemampuan literasi akademis mahasiswa secara praktisi tentang pasar modal dan investasi.
"kegiatan ini penting sebab dapat dipraktikkan secara langsung. Jadi mahasiswa bisa langsung praktik bagaimana pasar modal itu bekerja," ulasnya saat memberikan sambutan.
Selanjutnya, Ia meminta kepada Fakultas Syariah ke depannya agar mengadakan agenda studi tour untuk mahasiswa supaya ilmu dan pengalamannya seimbang.
"Kami berharap supaya mahasiswa fakultas syariah ini sesekali di bawa studi tour nanti ke kantor pusat IDX, agar mahasiswa dapat mengetahui bagaimana cara kerja pasar modal," ujarnya.
Terakhir, Warek I menegaskan supaya mahasiswa berhati-hati dengan tawaran-tawaran investasi yang belum jelas legalitas dan keamanannya. Sebab, diakuinya saat ini banyak model investasi bodong di tengah masyarakat.
"Walaupun pengawasan sudah sangat ketat dalam mengawasi berbagai macam investasi, tapi ada saja celah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Sebagaimana kita ketahui saat ini banyak masyarakat kita yang menjadi korban dari investasi bodong. Itulah yang harus kita waspadai, hal ini terjadi karena kurangnya literasi dan pemahaman di tengah-tengah masyarakat kita" ucapnya.


