jejaklombok.com-- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Lombok Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Kesehatan dan Gedung Kantor Bupati Lombok Timur, senin (12/1).
Bukan tanpa alasan, Organisasi kemahasiswaan tersebut menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai serius pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program strategis nasional.
Kepada wartawan, Ketua Cabang PMII Lombok Timur, Yogi Setiawan menyampaikan, banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga belum memenuhi standar kelayakan sebagai mana yang diatur dalam regulasi teknis penyelenggaraan makan bergizi gratis.
“Dari ratusan SPPG yang sudah running, Ada berapa yah sudah mengantongi SLHS, jangan sampai Dinas Kesehatan bermain dalam proses penerbitan sertifikat ini, apalagi dari hasil penelusuran kami, banyak sekali elite Daerah yang punya dapur”, ungkapnya..
Tak luput dari pantauan, peristiwa keracunan yang terjadi di salah satu SPPG Kecamatan Pringgabaya yang menyeret Nama Bupati Lombok Timur H. haerul Warisin telah menjadi catatan hitam bagi penyelenggaraan MBG di lombok Timur.
“Kami akan bersurat ke BGN Pusat agar dapur tersebut di tutup, ini sudah bukan lagi makan bergizi gratis,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yogi menyampaikan bahwa aksi yang dipimpinnya itu bukan aksi yang terakhir, melainkan akan ada aksi lanjutan dengan muatan yang lebih mendalam.
“Ini bukan akhir dari aksi kami, sore ini kami akan bersurat ke Polres Lombok Timur untuk memasukkan aksi lanjutan dengan membawa massa yang lebih banyak lagi”. Pungkasnya. (jl)


