Iklan

terkini

Dorong Siswa Mandiri, SMKN 1 Sakra Munculkan 2 Inovasi

Jejak Lombok
Selasa, 29 Maret 2022, Selasa, Maret 29, 2022 WIB Last Updated 2022-03-29T02:21:32Z
Ahmad Suhamka : Kepala Sekolah SMKN 1 Sakra



Selong-- Mencetak siswa mandiri. Kata itulah yang paling pas untuk menyebut sebuah program di SMKN 1 Sakra.

Belum lama ini, wartawan Jejak Lombok telah menghimpun informasi terkait 2 inovasi yang dihadirkan kepala sekolah SMKN 1 Sakra.

Berdasarkan keterangan Kepala Sekolah SMKN 1 Sakra, Ahmad Suhamka, kedua inovasi tersebut dihadirkan untuk mencetak siswa mandiri yang mampu bersaing di dunia bisnis.

Kepada wartawan Jejak Lombok, Ahmad Suhamka menuturkan, konsep tersebut dihadirkan agar para siswa siap menjadi pribadi yang mandiri, baik secara skil dan ilmu pengetahuan.

"Ini merupakan konsep favorit kita supaya anak memang begitu keluar dari sekolah ini siap bekerja dari segala sisi, baik dari kompetensi dan keilmuannya," ucap Suhamka (28/3).

Tidak tanggung-tanggung, Suhamka mengaku para siswa tidak hanya diberikan pelatihan membuat roti sebagai bekal. Para siswa juga diberikan kewenangan penuh untuk mengelola perusahaan roti mini yang diberi nama Balai Roti.

Kewenangan itu, tuturnya tengah diberikan sejak 2021 silam. Sebelumnya, terang Suhamka, pengelolaan Balai Roti dipegang penuh oleh guru.

"Sebelumnya, pada tahun 2020 masih dikelola oleh guru, kemudian pada tahun 2021 sudah dilimpahkan ke siswa sebagai media pembelajaran," ucapnya.


Selanjutnya, Suhamka menjelaskan, kehadiran Balai Roti di SMKN 1 Sakra merupakan salah satu program sebagai wadah pembelajaran. Ia berharap, setelah melakukan pelatihan secara langsung disekolah, para siswa dapat menggunakan ilmu yang didapatkan usai menempuh pendidikan di SMKN 1 Sakra.

Saat ini, lanjutnya, kue roti karya siswa SMKN 1 Sakra sudah merambah pasar modern.

Setelah Balai Roti, kedepan Suhamka mengaku bakal mengembangkan holtikultura sebagai wadah belajar siswa. Program tersebut, kata Suhamka, memiliki tujuan yang sama dengan Balai Roti. Ia berharap kehadiran holtikultura juga dapat membentuk pribadi siswa yang mandiri hingga menciptakan lapangan pekerjaan.

Saat ini holtikultura di sekolahnya sudah mulai berjalan dengan konsep sederhana. Ia tidak menafikkan, butuh waktu sekitar lima tahun untuk membuat program tersebut sukses.

"Kita butuh sekitar lima tahunan, saat ini masih sederhana, dengan peralatan seadanya," pungkasnya.(hs) 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dorong Siswa Mandiri, SMKN 1 Sakra Munculkan 2 Inovasi

Terkini

Iklan