Iklan

terkini

Lotim Bertengger di PPKM Level Satu

Jejak Lombok
Selasa, 15 Februari 2022, Selasa, Februari 15, 2022 WIB Last Updated 2022-02-15T11:45:21Z

 

ISTIMEWA

Selong-- Memasuki tahun 2022, angka terjangkit kasus Covid-19 kembali menyeruak, setelah sebelumnya mampu menekan penyebaran virus mematikan tersbut.


Kondisi tersebut disebabkan diantaranya cakupan vaksinasi dan  kapasitas respon. Karena itu dibutuhkan  penguatan cakupan vaksinasi dan kapasitas respon, serta optimalisasi satgas covid di tingkat kecamatan hingga desa, Selasa (15/2)


Bupati Lombok Timur, menerangkan berdasarkan cakupan vaksinasi di Gumi Patuh Karya, dan sesuai data P-Care saat ini mencapai 90,86 persen untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua berada diposisi 59,37 dan untuk tahap tiga berada di angka 1,21 persen.


Dirinya menyebut, salah satu penyebab masih belum progresifnya capaian vaksinasi dosis dua adalah ketersedian vaksin jenis Sinovac.


"Sinovac umum digunakan pada vaksinasi dosis satu, sementara saat ini vaksin tersebut hanya diperbolehkan untuk vaksinasi anak usia 6-12 tahun," ungkap Sukiman pada saat rapat koordinasi berkala, yang dilakukan secara daring.


Bupati yang mengikuti kegiatan tersebut, dari RSUD dr. Soetomo Surabaya, meminta tambahan stok vaksin jenis itu guna mengejar target vaksinasi dosis kedua.


Sementara itu dari sisi pelacakan, ungkapnya, persentase kasus konfirmasi per tujuh hari terakhir di Lotim mencapai 88,4. Angka itu disebutnya melampaui target minimal 80 persen. 


Sedangkan rasio kontak erat satu minggu terakhir adalah 23, persen sesuai target yaitu lebih dari 15 kontak erat.


Rapat yang diikuti seluruh Bupati/ Walikota, jajaran TNI-Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, RSUD serta BPBD tersebut  menekankan pentingnya respon terhadap setiap kasus, bukan pada kasus itu sendiri. 


Lantaran itu peningkatan kapasitas ICU sampai 2000 tempat tidur di seluruh wilayah provinsi NTB, ketersediaan obat dan oksigen hingga di tingkat Puskesmas penting dilakukan. Begitu pula dengan pengetatan protokol kesehatan, peningkatan kapasitas vaksin, dan memperkuat tracing, testing dan treatment (3T).


Dalam rakor itu, diketahui saat ini Lombok Timur, bersama tiga kabupaten lainnya di Provinsi NTB, yaitu Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Utara berada di PPKM level satu. Jika dibandingkan dengan kebupaten/ kota lainnya yang melorot ke PPKM level dua dan tiga.


Seperti Kabupaten Lombok Tengah, Dompu, dan Kabupaten Bima berada di level dua. Sementara Kabupaten Lombok barat, Kota Mataram, serta Kota Bima berada di level 3. 


Pemberlakuan level itu berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No.11 tahun 2022 tentang Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat Level 3, level 2, dan level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua yang berlaku 15 - 28 Februari.


Buntut dari kondisi itu Provinsi NTB secara umum berada di PPKM level 2.


Dikesempatan itu, orang nomor satu di Lotim ini juga meminta seluruh yang hadir untuk mendoakan keberhasilan operasi pemisahan bayi kembar siam asal desa Jurit, Anaya-Inaya yang dilakukan pada hari itu. 


"Telah pula menandatangani kesepakatan perawatan pasca operasi dengan pihak RSU dr. Soetomo Surabaya," ujarnya (kin)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Lotim Bertengger di PPKM Level Satu

Terkini

Iklan