Jejak Terkini

Jamin Kebutuhan Pokok, Pemkab Lotim Susun Neraca Pangan

RAKOR: Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy saat memimpin rapat koordinasi terkait kebutuhan neraca pangan menjelang digelarnya sejumlah event internasional di NTB.

SELONG
-- Menyusul sejumlah agenda internasional yang diperkirakan menyedot kunjungan ke Provinsi NTB beberapa waktu ke depan, pemerintah merasa perlu menyusun neraca pangan. 

Hal ini untuk menjamin ketersediaan pangan utamanya bahan pokok bagi masyarakat Provinsi NTB, termasuk di Lombok Timur.

Terkait hal itu Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lombok Timur menggelar rapat koordinasi, Jumat (22/10), di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur. 

TPID ini terdiri dari Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan dan Dinas Perdagangan. Ada juga Dinas Kelautan dan Perikanan, Bappeda, Bagian Ekonomi, serta unsur TNI-Polri.

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy pada rapat itu mengingatkan posisi Lombok Timur sebagai daerah penyangga kawasan super prioritas Mandalika. Karena itu, penting bagi pemerintah daerah memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. 

"Setelah itu tidak kalah penting adalah menjamin daya beli masyarakat," ucapnya.

Sukiman juga meminta agar seluruh OPD yang memiliki proyek fisik dapat segera melaksanakan kegiatannya. Hal ini mengingat belanja pemerintah masih menjadi salah satu harapan besar dalam pergerakan ekonomi di daerah ini. 

Ia juga menekankan target realisasi APBD pada akhir triwulan ke empat atau akhir tahun mendatang mencapai minimal 95 persen.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Timur, Lalu Putradi menyampaikan pentingnya pengendalian inflasi. Langkah ini untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. 

Dipaparkannya berdasarkan pemantauan data, fakta, dan fenomena melalui survei di lapangan, BPS Lombok Timur memperkirakan pertumbuhan positif bagi perekonomian Lombok Timur tahun 2021.

Pertumbuhan di sejumlah sektor seperti pertanian, perdagangan dan konstruksi, produksi, juga penggalian mengalami peningkatan tak kurang dari lima persen. Kondisi tersebut seiring belanja modal pemerintah dan peningkatan mobilitas orang dan barang pasca menurunnya grafik pandemi covid-19. 

Hanya saja, ia mengingatkan angka pasti akan dirilis setelah tahun 2021 berakhir.

Berdasarkan penjelasan OPD teknis, stok pangan Lombok Timur umumnya aman hingga Desember. Bahkan ada pula yang masih cukup hingga awal tahun 2022 mendatang. 

Sementara dari sisi harga kebutuhan pokok fluktuatif, dengan sejumlah komoditas yang harganya stabil, seperti beras, bawang merah, dan daging ayam ras. Berbeda dengan komoditas lainnya seperti telur dan daging sapi mulai mengalami sedikit kenaikan. (hs)

Posting Komentar

0 Komentar